Cara Menangkal Jenis Pelet,Santet Dan Guna-Guna




 Cara Menangkal Jenis Pelet,Santet Dan Guna-Guna



1/ Pelet nyi sari bulu perindu agak sangat hitam,yaitu :
Pelet ini berfungsi untuk mengendam / hipnotis seseorang kepada kita

.yang utama untuk memaksakan kehendak kita kepada si target .untuk mengacaukan PIL / WIL sehingga target yang udah berhubungan sex dgn kita akan inget selalu kita tapi si target lupa memberikan kebutuhan biologis sex.
maka kemaluannya pria akan hilang otomatis hampir mirip dengan santet Banyuwangi campur dengan gendam Yogya.berhati-hatilah pelet ini khusus untuk wanita saja….kalau ndk salah bahan medianya ayam hitam saja lalu di sembelih lehernya si ayahm hitamnya untuk ritualnya khusus.



Kelemahannya :
Di hancurkan dengan doa asmaul husna atau doa nya langsung dari nyisari bulu perindu.
2/ Pelet Pelintir merica ,gol putih
Pelet ini berfungsi untuk wanita langsung orgasme setelah kita membaca mantra khusus dari tanah Dayak KALIMANTAN sambil melintir-melintir merica.maka wanita yang di targetkan akan orgasme lgsng / terangsang.pernah saya coba di SMK dulu mengerjain guru wanita saya untuk melinitr merica kalau ndk merica medianya bisa diganti lombok merah kecil…..
khusus pria / kaum Adam.




Kelemahaannnya :
dengan singkep kertas yang udah di tulis Ayat Kursi di taruh di dalam dompet.
3/ Pelet penghancur sukma
Pelet ini berfungsi untuk menembus hati dan jiwanya si target supaya mau dengan kita dengan medianya hanya cukup FOTO saja.pelet dayak sangat Putih.


Kelemahannya :
Foto dibaca-bacain doa rapalan macan putih seperti yang ada diatas seperti begini “YaAllohMuhhamadarosululah ,Ya aku macan putih ,macan Putih ono nang ragaku ,ya Aku Macan Putih ,Yo aku macane Alloh lan macane Muhamaddarasolulah saiki mlebu nang ragaku,amin yah Robbal al Amin.
dibaca dalam hati diarahkan ke hatinya target yang telah tergendam/hipnotis syarat baca doa macan putih setelah puasa 40 hari 40 malam berbuka puasa hanya dengan Nasi Putih,krupuk Sunda yang berwarna putih,minum Air putih Insyaalah Jin Putih aliran Jin Muslim Jin macan Putih akan menjaga sodara dan seluruh keluarga sodara bersama kekasih sodara yang terkena ilmu hitam.




Mengenal Pelet Jawa dan kelemahannya penanggulangan


1/ Pelet gendam asmaradhana .
Pelet ini berfungsi bagi orang yang ruwet dlm soal pacaran .misal si cewek sering di ajak ngesex berulang kali keperawannya diserahkan tp si cowok mau lepas tanggung jawab.intinya Pelet ini fungsinya yaitu meliputi hipnotis dan penyatuan pasangan yang ruwet / mau cerai .nah pelet gendam ini berfungsi untuk hal tsb cocok buat cewek/cowok.


pelet ini sangat keras jadi jgn dibuat maen-maen kalau si target udh manut dan tunduk hrs serius dinikahi kalau tidak si target akan gila sungguhan.ini Pelet gendam golongan Putih.ini bisa untuk cowok/cewek tapi rata-rata yang paling disakiti hatinya cewek.jadi dikhususkan untk cewek saja yah low.



Kelemahannya Pelet ini :
Dilempari Terasi yang udah dihaluskan ke bayangan tubuh target yang ngelmu ilmu tsb di tanah dan di dalam hati berdoa dengan cara bathin “bissmillahhimanirohim demi nama Allah Sejagad,Allohe wong jowo ilang khasiate bar mari tak deleng raine wonge sing ngelmu ,aku mohon ya,Alloh Allohe Muhammadarasululah” ucapkan 4 kali dalam hati “.
2/ Pelet gendam 5 Penjuru .
Pelet ini berfungsi menghipnotis langsung ke targetnya / menggunakan media Foto saja,fungsinya buat mendamaikan kehidupan rumah tangga,orang yang tadinya tidak mencintai kita dalam hati di paksa dengan ilmu pelet ini secara tidak sadar mencintai kita dengan tulus hati dan setia dalam hitungan 15 menit saja langsung tunduk dan manut.
merukunkan suami – isteri yang lagi tengkar,memisahkan PIL / WIL .dikhususkan ke cowok / cewek ingat ini juga sama kerasnya dgn yang diatas dan tidak bisa dianggap maen-maen ini termasuk golongan abangan artinya agak sedikit putih dan agak sedikit hitam.’dont try at home”.



Kelemahannya Pelet ini :
disekitar halaman Rumah ditaburi garam yang sudah di doaai Sabdo Pangucap Syech Siti Jenar dan di dobel dgn ilmu khodam Kolowatu.
3/ Pelet gendam Dewi Lanjar .
Pelet ini berfungsi untuk memaksakan kehendak cinta kita yang udah di tolak ke target sehingga si target di paksa untuk nikah / jadi kan pacar.membantu orang untuk menghancurkan rumah tangganya orang laen hingga orang yang rumah tangganya hancur mau menikah dengan kita.ini pelet golongan hitam yang sangat keras membuat orang jadi tergila-gila kepada kita.


Kelemahan Pelet ini :
Didalam hati kalau bertemu orangnya langsung yang ngelmu ilmu tsb langsung berdoa Bathin dengan bacaan seperti ini :”Bissmillahhimanirohim Alloh sing njogo awakku,Allah sing njogo bojoku,Allah Sing njogo seluruh keluargaku yah “Allah Allahe Muhammadarosulaloh lan Allahe wong sak dunyo Selamatno Keluarga soko Wong Ngelmu – ngelmu ,ilmu Syaitan lan jaga awakku soko Godaan syaitan aL’ajim.”
ingat harus fokus konsentrasi penuh pandangan mata ke target atau orang yang sudah tergendam oleh si target baca 6 kalidalam hati dan campurkan garam ke makanan wanita/pria yangsudah tergendam/hipnotis.setelah anda mensugesti pikiran dan jiwanya secara ucapkan langsung.atau alternatif laen dengan Doa jurus pencak rapalan ajian macan putih seperti begini”YaAllohMuhhamadarosululah ,Ya aku macan putih ,macan Putih ono nang ragaku ,ya Aku Macan Putih ,Yo aku macane Alloh lan macane Muhamaddarasolulah saiki mlebu nang ragaku,amin yah Robbal al Amin.



dibaca dalam hati diarahkan ke hatinya target yang telah tergendam/hipnotis syarat baca doa macan putih setelah puasa 40 hari 40 malam berbuka puasa hanya dengan NAsi Putih,krupuk Sunda yang berwarna putih,minum Air putih Insyaalah Jin Putih aliran Jin Muslim Jin macan Putih akan menjaga sodara dan seluruh keluarga sodara bersama kekasih sodara yang terkena ilmu hitam.


4/ Pelet gendam Ratu Pantai selatan.
Pelet ini difungsikan kepada kaum ADAM saja untuk ditujukan ke kaum hawa.seperti kita minta sesuatu ke wanita semuanya langsung dituruti,mulai minta sex bersetubuh,minta perhiasan dan duit .ini golongan abangan agak hitam dan agak putih; tergantung pemakainya juga kalau pemakainya baik akan jd baik dan pemakainya jahat akan jd jahat.rata-rata pelet gendam ratu pantai selatan ini dimanfaatkan kaum Adam untuk kejahatan jalanan.kamsudnya untk mencopet di bus atau jalan dgn cara hipnotis pelet ini dgn hanya dicolek,di tampar punggungnya si target atau hanya melihat si target.



Kelemahan Pelet ini :
Cara antisipasi lempar pembalut yang ada darah perawannya ke muka pelaku langsng hilang khasiatnya atau balas tamparan punggungnya secara reflek saja atau kalau dicolek org tidak di kenal bales colekannya dgn reflek.


CARA MUDAH MENJINAKKAN SANTET DAN PELET


Semua yang ada di alam ini semua ciptaan Allah SWT yang di berikanNya kepada manusia tinggalah manusia memamfaatkan semua untuk kebutuhan hidupnya sebagaimana firman Allah SWT ''Tidak satupun yang ku ciptakan sia-sia''dan apa-apa yang di sekitar kita bisa kita gunakan misalnya untuk pengobatan seperti santet atau pelet, tak perlu ritual '' njlimet'' yang bikin ''mumet''(pusing) atau tetek bengek segala macam mari kita mamfaat kan anugerah Alla swt ini untuk menolong sesama.


Teluh,santet guna-guna atau pelet, sudah ada sejak sebelum masehi.setiap zaman membawa tren sendiri pada ilmu hitam jenis ini,Anehnya misteri santet sampai kini belum terungkapkan,bahkan, santet kini berkembang jadi lebih canggih ,ada santet yang di tujukan untuk menghentikan laju bisnis pesaingnya dan lain sebagainya.



Santet tak bedanya mencederai , mencelakai atau bahkan membunuh pesaingnya dengan cara supranatural, santet dan sihir dinamakan dalam bahasa arab ''ainun saqhirah'' atau sesuatu yang menyilaukan mata,Lebih jauh bermakna ''menakjubkan'' dari sinilah ketahuan bahwa ilmu hitam ini adalah sebuah kemampuan luar biasa yang sulit di nilai akal sehat manusia.


Fenomena santet atau teluh menurut para saksi mata dan cerita turun temurn dari leluhur,merupakan sinar terang benderang yang melesat amat cepat atau seperti ainun saqhirah, kemunculan sinar ini di ikuti munculnya wabah penyakit.,kalau melaju danmenuju kesebuah rumah ,bisa di pastikan satu penghuninya akan menderita sakit berat hingga meninggal dunia.



Sulitkah melawan santet? Tidak! Leluhur kita telah mewariskan ilmu kepada kita yaitu cara-cara mudah untuk mengalahkan ilmu hitam ini, ada beberapa jenis tanaman yang bisa menangkal santet.,dengan menanam pohon pepaya di muka rumah misalnya bisa mengalihkan datangnya santet pada pohon tersebut., Kalau memang mendapat ancaman serangan santet,ada lagi kiat untuk menangkisnya dengan cara membawa jerami atau merang ketan hitam kemanapun pergi.karena merang ketan hitam mempunyai ''hawa positif'' untuk menetralisir ilmu santet.
Atau ketika tidur malam jangan di atas ranjang tapi tidurlah di lantai ,tanah atau bumi memiliki energi positf,itulah tidak ada gendruwo atau lelembut yang ''berani'' menginjak bumi, sebab akan terasa panas.santet biasanya bergerak sekitar 50cm di atas permukaan tanah,Maka bila seseorang tidur di bawah tidak mungkin terkena santet,suasana hati yang tenang,ceria jernih dan tanpa prasangka juga bisa menghindarkan santet.orang yang selalu berpikir positif akan membuat ilmu santet menjadi tawar.


Namun bila ada seseorang yang telah terkena santet atau pelet mandilah dengan 3 helai janur yang di rendam setelah di bacakan surat AL FIL 41 kali sedangkan untuk di makan ditambah dengan air kelapa muda di rebus sampai mendidih lalu beri bunga melati yang masih kuncup tiga kuntum,dan di minum,resep ini akan menghilangkan pengaruh santet atau pelet seperti pikiran bingung,gelisah dan resah. Akibat ilmu hitam tersebut.




15 Cara Menangkal Ilmu Hitam dalam Islam
Ilmu hitam mungkin identik dengan suatu ilmu yang melibatkan jin atau makhluk gaib di dalamnya. Ilmu hitam juga berkaitan dengan sihir yang secara etimologi berarti sesuatu yang tersembunyi dan sangat halus penyebabnya. Sementara itu, jika berdasarkan syariat, Abu Muhammad Al Maqdisi menjelaskan bahwa sihir adalah azimat-azimat, mantra-mantra atu buhul-buhul yang bisa memberi pengaruh terhadap hati sekaligus jasad, bisa menyebabkan seseorang sakit, terbunuh ataupun memisahkan suami dari istrinya.
Jadi, ilmu hitam atau sihir bukanlah sekedar isapan jempol dan benar-benar ada dan bisa mencelakakan seseorang dengan takdir Allah yang bersifat kauni. Firman Allah Subhanahu wa Taála dalam surat al Baqarah ayat 102, “… Maka mereka mempelajari dari kedua malaikat itu apa yang bisa mereka gunakan untuk menceraikan antara seorang (suami) dengan istrinya. Dan mereka (ahli sihir) itu tidak dapat memberi mudharat dengan sihirnya kepada seorang pun kecuali dengan izin Allah…”.
Allah memerintahkan kita untuk berlindung dari kejahatan sihir. Seperti pada salah satu ayat al Quran, yaitu surat al Falaq ayat 4, “Dan (aku berlindung kepada Allah) dari kejahatan wanita-wanita tukang sihir yang menghembuskan pada buhul-buhul”. Dari situ kita bisa menyimpulkan bahwa sihir memiliki pengaruh buruk dan kita harus berusaha menjaga agar jangan sampai terkena pengaruhnya. (Baca juga:


 Cara Menghindari Pelet Menurut Islam)
Sihir memiliki berbagai bentuk dan tingkatan. Salah satu bentuk sihir yang mungkin sering kita jumpai di sekitar kita adalah tiwalah, yaitu sihir yang dilakukan untuk mendapatkan cinta seorang suami kepada istrinya. Di Indonesia, sihir semacam ini umumnya disebut pelet. Selain itu ada pula namimah (adu domba), al ‘afthu (pengasihan), ash sharfu (menjauhkan hati) dan sebagainya. Sebagian besar perbuatan sihir ini diklasifikasikan dalam perbuatan kufur dan syirik, kecuali sihir yang menggunakan racun atau obat-obatan serta namimah.


Hukum Perilaku Sihir atau Ilmu Hitam
Berdasarkan penjelasan Syaikh Abdurrahman bin Nashir as Sa’di, sihir termasuk perbuatan syirik ditinjau dari dua sisi. Sisi yang pertama, dimana sihir memiliki unsur meminta pelayanan dan menggantungkan diri pada selain Allah, dalam hal ini adalah setan, dengan menggunakan pendekatan diri pada mereka melalui sesuatu yang disukai oleh setan sehingga setan-setan itu akan memberi pelayanan yang diinginkannya. Sementara itu, di sisi yang kedua sihir mengandung unsur pengakuan bahwa pelaku sihir mengetahui hal-hal gaim dan menyetarakan dirinya dengan Allah dalam ilmu-Nya. Selain itu adanya upaya untuk menempuh segala cara yang bisa menyampaikannya kepada hal tersebut.
Dari sini kita bisa mengetahui bahwa hukum mempelajari dan mempraktikkan sihir adalah haram. Bahkan, diriwayatkan dari beberapa sahabat bahwa hukuman bagi para tukang sihir adalah dibunuh. Sihir ini merupakan perbuatan setan, sebagaimana firman Allah pada surat al Baqarah ayat 102, “Dan mereka mengikuti apa yang dibaca oleh setan-setan pada masa kerajaan Sulaiman (dan mereka mengatakan bahwa Suaiman mengerjakan sihir), padahal Sulaiman tidak kafir (dan tidak mengerjakan sihir), tetapi setan-setan itulah yang kafir (mengerjakan sihir). Mereka mengajarkan sihir kepada manusia”.




Cara Benar Menangkal Ilmu Hitam
Dari semua uraian di atas menegaskan bahwa kita harus melakukan pencegahan dan cara-cara menangkal ilmu hitam. Ilmu hitam atau sihir ini termasuk penyakit yang bisa menimpa manusia atas izin Allah Subhanahu wa Taála. Seperti yang kita pasti ketahui, tidak mungkin Allah menurunkan suatu penyakit tanpa juga menurunkan penawarnya. Sementara itu, seorang muslim dilarang untuk berobat dengan sesuatu yang diharamkan Allah.



Seorang muslim diharamkan untuk mendatangi dukun untuk mengobati penyakit dari ilmu hitam yang mengenainya. Hal ini karena hukumnya sama saja dengan mendatangi dukun dan mempercayai selain Allah. Apalagi, jika sampai meminta para dukun untuk melakukan sihir untuk mengusir sihir yang menimpanya. Semua ini termasuk dalam perkara gaib dan hanya Allah saja yang mengetahui. Maka, jika kita melakukan hal ini sama saja kita telah kufur.




Rasulullah saw bersabda, ‘Barangsiapa yang mendatangi dukun atau tukang sihir, kemudian ia membenarkan (mempercayai) perkataan mereka, maka sungguh ia telah kafir terhadap apa yang diturunkan kepada Muhammad’.
Oleh karena itu, Islam mengajarkan cara menangkal ilmu hitam yang sesuai dengan syariat Islam sebagaimana berikut ini:
Berpegang pada tauhid
Hendaknya setiap muslim selalu mentauhidkan Allah SWT di setiap keadaan dan selalu bertawakkal kepada Allah. Tidak hanya itu, setiap muslim harus menjauhi perbuatan syirik, apapun bentuknya.


Dalam firman Allah di surat an Nahl ayat 99 hingga 100, ‘Sesungguhnya setan itu tidak ada kekuasaan atas orang-orang yang beriman dan bertawakkal kepada Rabbnya. Sesungguhnya kekuasaan setan hanyalah atas orang-orang yang menjadikannya sebagai pemimpin dan atas orang-orang yang mempersekutukannya dengan Allah’.



Syaikh Abdurrahman bin Nashir as Sa’di, ketika menafsirkan ayat di atas, berkata, “Sesungguhnya setan tidak memiliki kekuasaan untuk mempengaruhi (mengalahkan) orang-orang yang beriman dan bertawakkal kepada Rabbnya semata, yang tidak ada sekutu bagi-Nya, maka Allah Subhanahu wa Taála akan membela orang-orang mukmin yang bertawakkal kepada-Nya dari setiap kejelekan setan, sehingga tidak ada celah sedikitpun bagi setan untuk mencelakakan mereka”.
Menjalankan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya



Berdasarkan sabda Nabi Muhammad saw kepasa Ibnu ‘Abbas ra., “Wahai anak, sesungguhnya aku akan mengajarkanmu beberapa kalimat. Jagalah Allah, niscaya Allah akan menjagamu…”
Menurut Syaih Nazhim Muhammad Sulthan, makna sabda Nabi Muhammad saw adalah jagalah perintah-perintah-Nya, larangan-larangan-Nya, hukum-hukum-Nya serta hak-hak-Nya. Caranya adalah dengan memenuhi apa-apa yang Allah dan Rasul-Nya perintahkan. Barangsiapa yang menjaga perintah-perintah-Nya, maka Allah akan menjaganya. Penjagaan Allah terhadap hamba-Nya adalah berupa penjagaan terhadap hamba itu sendiri, anak serta keluarga dan hartanya. Tidak hanya itu, Allah juga akan menjaganya terhadap agama dan imannya dari setiap perkara syubhat yang menyesatkan.



Tidak membiarkan anak-anak di luar menjelang maghrib
Nabi Muhammad saw pernah bersabda, ‘Jika malam telah masuk – jika kalian berada di sore hari – maka tahanlah anak-anak kalian. Sesungguhnya setan berkeliaran pada waktu itu. Tatkala malam telah datang sejenak, maka lepaskanlah mereka’. Hadis ini diriwayatkan oleh Bukhari Muslim.



Membersihkan rumah dari patung
Diriwayatkan dalam sebuah hadis Rasulullah, bahwa malaikan (Rahmat) tidak akan memasuki rumah yang di dalamnya terdapat patung, salib dan gambar-gambar yang bernyawa serta anjing. Selain itu, sebaiknya rumah juga dibersihkan dari alat-alat yang bisa melalaikan seperti alat musik. (Baca juga: Hukum Menggambar Makhluk Hidup)
Membaca al Quran

Dari Abu Hurairah ra, Rasulullah saw bersabda, ‘Janganlah menjadikan rumah-rumah kalian layaknya kuburan. Sesungguhnya setan lari dari rumah yang dibaca di dalamnya surat al Baqarah’. Dari hadis ini, maka dianjurkan untuk kita memperbanyak bacaan al Quran dan menjadikannya sebagai dzikir harian.



6. Selalu berdzikir sesuai syariat
Kita dianjurkan untuk selalu membentengi diri dengan selalu berdzikir dengan dzikir yang disyariatkan. Contohnya adalah dzikir pagi dan sore, dzikir setelah sholat fardhu, dzikir sebelum dan sesudah bangun tidur dan dzikir-dzikir lainnya. Kita juga dianjurkan untuk selalu berdoa setiap akan melakukan sesuatu, seperti sebelum masuk dan keluar rumah, doa masuk dan keluar kamar mandi, dan lain-lain.



Ibnul Qayyim berkata, ‘Sesungguhnya sihir para penyihir itu akan bekerja secara sempurna bila mengenai hati yang lemah, jiwa-jiwa yang penuh dengan syahway yang senantiasa bergantung pada hal-hal rendahan. Oleh sebab itu, umumnya sihir banyak mengenai para wanita, anak-anak orang-orang bodoh, orang-orang pedalaman dan orang-orang yang lemah dalam berpegang teguh kepada agama, sikap tawakkal dan tauhid, serta orang-orang yang tidak memiliki bagian sama sekali dari dzikir-dzikir ilahi, doa-doa dan taáwwudzaat nabawiyah’.



Membaca dzikir pagi dan petang
Rasulullah bersabda, ‘Gunakanlah waktu pagi dan waktu sore, serta sebagian waktu malam untuk beribadah’ (HR. Bukhari 39). Dijelaskan olej Imam Ali al Qori, bahwa Rasulullah mengajarkan untuk selalu berdzikir setiap pagi dan sore, dimana dua waktu ini aalah waktu orang beristirahat dan waktu orang lalai. Selain itu, pagi dan petang merupakan pergantian suasana hari dari gelap ke terang atau sebalinya, sehingga manusia butuh perlindungan untuk melewati malam atau siang.



Memakan tujuh butir kurma ‘ajwah setiap pagi
Berdasarkan pada sabda Nabi Muhammad saw, ‘Barangsiapa yang makan tujuh butir kurma ‘ajwah pada setiap pagi, maka racun dan sihir tidak akan mampu membahayakannya pada hari itu’. Lebih diutamakan untuk memilih kurma yang berasal dari Madinah, karena menurut Syaih Abdul ‘Aziz bin Baz, semua jenis kurma Madinah memiliki sifat yang disebutkan oleh Rasulullah tersebut. (Baca juga: Menu Berbuka Puasa)
Membaca ayat kursi
Kita juga dianjurkan untuk membaca ayat kursi setiap selesai sholat lima waktu setelah membaca wirid yang disyariatkan setelah salam. Ayat kursi juga sebaiknya dibaca setiap sebelum tidur. Dalam hadis Nabi Muhammad disebutkan, ‘Barangsiapa membaca ayat Kursi pada malam hari, Allah senantiasa menjaganya dan setan tidak mendekatinya sampai subuh’. (Baca juga: Keutamaan Ayat Kursi)
Membaca surat al Ikhlas, al Falaq dan an Naas
Ketiga surat di atas dibaca sebanyak tiga kali pada pagi hari sesudah sholat subuh dan menjelang malam sesudah sholat maghrib. Hal ini sesuai dengan hadis riwayat Abu Dawud, At-Tirmidzi dan An-Nasa’i. (Baca juga:


 Larangan Tidur Setelah Shalat Shubuh)


Banyak berlindung dengan kalimat Allah
Sebagai muslim, kita harus selalu meminta perlindungan Allah dalam keadaan apapun dan dimana pun. Sabda Rasulullah saw, ‘Barangsiapa singgah di suatu tempat dan dia mengucapkan “A’uudzu bi kalimaatillahi attaammaati min syarri maa khalaq” maka tidak ada sesuatu pun yang membahayakannya sampai ia pergi dari tempat itu’.
Membaca dua ayat terakhir dari surat al Baqarah
Dua ayat terakhir surat al Baqarah, yaitu ayat ke-285 dan 286 dianjurkan untuk dibaca supaya bisa terhindar dari sihir atau ilmu hitam. Dalam hadis Rasulullah saw, ‘Barangsiapa membaca dua ayat terakhir dari surat al Baqarah pada malam hari, maka cukuplah baginya’.
Makan minyak zaitun
Minyak zaitun mungkin sudah lama kita kenal sebagai minyak yang berkhasiat baik untuk kecantikan. Tapi, ternyata minyak zaitun bisa menangkal dan menetralisir racun serta sihir. Berdasarkan hadis yang diriwayatkan Ahmad dan Tarmidzi, dan disahihkan oleh Syaikh Al Bani, ‘Makanlah minyak zaitun sesungguhnya ia diberkahi. Berlauklah dengannya dan berminyaklah dengannya, sesungguhnya ia keluar dari pohon yang diberkahi’. Selain memakan minyak zaitun, kita juga bisa mengoleskan minyak zaitun ini di bagian tubuh yang terkena sihir ataupun kerasukan.
Mandi dengan air daun bidara




Daun bidara adalah daun yang berasal dari pohon yang memiliki ukuran kecil dan biasanya lebih mudah untuk tumbuh di daerah yang kering. Berdasarkan tafsir surat al Baqarah ayat 102 oleh Ibnu Nasir tentang setan yang memfitnah Nabi Sulaiman bahwa beliau menggunakan sihir bukan untuk mukjizat dan meriwayatkannya bahwa untuk menghilangkan ilmu sihir adalah dengan apa yang diturunkan Allah kepada Rasul-Nya. Dan untuk menghilangkan hal itu dengan membaca al Muáwwidzatain dan al Falaq, an Naas serta ayat kursi.



Membaca Sayyidul
Sayyidul istighfar memiliki arti pemimpin istighfar. Doa ini disebut sebagai pemimpin istighfar karena di dalamnya terkandung arti makna taubat yang menyeluruh. Berdasarkan sabda Rasulullah saw yang diriwayatkan oleh Ahmad, Bukhari dan lainnya, barangsiapa yang membaca sayyidul istighfar ‘Allahumma anta rabbi… dst’ di siang hari dengan meyakini isinya, kemudian dia meninggal di hari itu sebelum masuk waktu sore maka dia termasuk penduduk surga. Bagi umat muslim yang senantiasa membaca Sayyidul istighfar dengan memaknai isinya, kemudian meninggal sebelum waktu fajar datang, maka surga menjadi rumah selanjutnya baginya.”



Kiat Membentengi Keluarga Dari Sihir


SEKILAS TENTANG HAKIKAT SIHIR


Secara etimologis, sihir artinya sesuatu yang tersembunyi dan sangat halus penyebabnya. Sedangkan menurut istilah syariat, Abu Muhammad Al Maqdisi menjelaskan, sihir adalah azimat-azimat, mantra-mantra atau pun buhul-buhul yang bisa memberi pengaruh terhadap hati sekaligus jasad, bisa menyebabkan seseorang menjadi sakit, terbunuh, atau pun memisahkan seorang suami dari istrinya. [1]



Jadi sihir benar-benar ada, memiliki pengaruh dan hakikat yang bisa mencelakakan seseorang dengan taqdir Allah yang bersifat kauni . Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman :


فَيَتَعَلَّمُونَ مِنْهُمَا مَا يُفَرِّقُونَ بِهِ بَيْنَ الْمَرْءِ وَزَوْجِهِ وَمَاهُم بِضَآرِّينَ بِهِ مِنْ أَحَدٍ إِلاَّ بِإِذْنِ اللَّهِ


“Maka mereka mempelajari dari kedua malaikat itu apa yang bisa mereka gunakan untuk menceraikan antara seorang (suami) dengan istrinya. Dan mereka (ahli sihir) itu tidak dapat memberi mudharat dengan sihirnya kepada seorang pun kecuali dengan izin Allah” [Al Baqarah : 102].
Demikian juga firman Allah yang memerintahkan kita berlindung dari kejahatan sihir :



وَ مِنْ شَر ِّ النَّفَّاثاَتِ فْي العُقَدِ


“Dan (aku berlindung kepada Allah) dari kejahatan wanita-wanita tukang sihir yang menghembuskan pada buhul-buhul”. [Al Falaq : 4].
Seandainya sihir tidak memiliki pengaruh buruk, tentu Allah Subhanahu wa Ta’ala tidak akan memerintahkan kita agar berlindung darinya.[2]
Sihir juga pernah menimpa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Yaitu ketika seorang Yahudi bernama Labid bin Al A’sham menyihir Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Aisyah rahimahullah menceritakan:


كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ سُحِرَ حَتَّى كَانَ يَرَى أَنَّهُ يَأْتِي النِّسَاءَ وَلَا يَأْتِيهِنَّ


“Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah disihir, sehingga Beliau merasa seolah-olah mendatangi istri-istrinya, padahal tidak melakukannya”.[3]
Berkaitan dengan hadits ini, Al Qadhi ‘Iyadh menjelaskan: “Sihir adalah salah satu jenis penyakit diantara penyakit-penyakit lainnya yang wajar menimpa Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam, seperti halnya penyakit lain yang tidak diingkari. Dan sihir ini tidak menodai nubuwah Beliau. Adapun keadaan Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika itu, seolah-olah membayangkan melakukan sesuatu, padahal Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak melakukannya. Hal itu tidak mengurangi kejujuran Beliau. Karena dalil dan ijma’ telah menegaskan tentang kema’shuman Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam dari sikap tidak jujur. Terpengaruh sihir perkara yang hanya mungkin terjadi pada diri Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam masalah duniawi yang bukan merupakan tujuan risalah Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam. 


Dan Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak diistimewakan lantaran masalah duniawi pula. Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah manusia biasa yang bisa tertimpa penyakit seperti halnya manusia. Maka bisa saja terjadi, Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam dikhayalkan oleh perkara-perkara dunia yang tidak ada hakikatnya. Kemudian perkara itu (pada akhirnya) menjadi jelas sebagaimana yang terjadi pada diri Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam”.[4]



Sihir memiliki bentuk beraneka ragam dan bertingkat-tingkat. Di antara contohnya adalah tiwalah (sihir yang dilakukan oleh seorang istri untuk mendapatkan cinta suaminya/pelet), namimah (adu domba), al ‘athfu (pengasihan), ash sharfu (menjauhkan hati) dan sebagainya. Sebagian besar sihir ini masuk ke dalam perbuatan kufur dan syirik, kecuali sihir dengan membubuhi racun atau obat-obatan serta namimah, maka ini tidak termasuk syirik.
Syaikh Abdurrahman bin Nashir As Sa’di menjelaskan: “Sihir termasuk perbuatan syirik ditinjau dari dua sisi.


Pertama : Karena dalam sihir itu terdapat unsur meminta pelayanan dan ketergantungan dari setan serta pendekatan diri kepada mereka melalui sesuatu yang mereka sukai, agar setan-setan itu memberi pelayanan yang diinginkan.
Kedua : Karena di dalam sihir terdapat unsur pengakuan (bahwa si pelaku) mengetahui ilmu ghaib dan penyetaraan diri dengan Allah dalam ilmuNya, dan adanya upaya untuk menempuh segala cara yang bisa menyampaikannya kepada hal tersebut. Ini adalah salah satu cabang dari kesyirikan dan kekufuran”.[5]
Hukum mempelajari dan melakukan sihir adalah haram dan kufur. Hukuman bagi para tukang sihir adalah dibunuh, sebagaimana yang diriwayatkan dari beberapa orang sahabat [6]. Dan sihir merupakan perbuatan setan. Allah Azza wa Jalla berfirman :


وَاتَّبَعُوا مَا تَتْلُوا الشَّيَاطِينُ عَلَى مُلْكِ سُلَيْمَانَ وَمَاكَفَرَ سُلَيْمَانُ وَلَكِّنَّ الشَّيَاطِينَ كَفَرُوا يُعَلِّمُونَ النَّاسَ السِّحْرَ


“Dan mereka mengikuti apa yang dibaca oleh setan-setan pada masa kerajaan Sulaiman (dan mereka mengatakan bahwa Sulaiman mengerjakan sihir), padahal Sulaiman tidak kafir (dan tidak mengerjakan sihir), tetapi setan-setan itulah yang kafir (mengerjakan sihir). Mereka mengajarkan sihir kepada manusia”. [Al Baqarah : 102]




PETUNJUK NABI UNTUK MENANGKAL DAN MENGOBATI SIHIR



Seperti telah dijelaskan oleh para ulama, sihir termasuk jenis penyakit yang bisa menimpa manusia dengan izin Allah Azza wa Jalla . Tidaklah Allah Azza wa Jalla menurunkan satu penyakit melainkan Dia juga menurunkan obat penawarnya. Dan seorang muslim dilarang berobat dengan sesuatu yang diharamkan Allah.
Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu, dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, Beliau bersabda :


مَا أنْزَلَ اللهُ دَاءً إلا أنْزَلَ لَهُ شِفَاءً


“Tidaklah Allah menurunkan suatu penyakit, melainkan Allah akan menurunkan pula obat penawarnya”.[7]
Seorang muslim dilarang pergi ke dukun untuk mengobati sihir dengan sihir yang sejenis. Karena hukum mendatangi dukun dan mempercayai mereka adalah kufur. Apatah lagi sampai meminta mereka untuk melakukan sihir demi mengusir sihir yang menimpanya, ataupun untuk menanyakan hal-hal yang berkaitan dengan jodoh anak dan sanak saudaranya, atau hubungan suami istri dan keluarga, tentang barang yang hilang, percintaan, perselisihan dan sebagainya. Hal itu merupakan perkara ghaib dan hanya Allah Azza wa Jalla saja yang mengetahui. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :




مَنْ أتَى كَاهِنًا أوْ سَاحِرًا فَصَدَّقَهُ بِمَا يَقُوْلُ فَقَدْ كَفَرَ بِمَا أُنْزِلَ عَلَى مُحَمَدٍ




“Barangsiapa yang mendatangi dukun atau tukang sihir, kemudian ia membenarkan (mempercayai) perkataan mereka, maka sungguh ia telah kafir terhadap apa yang diturunkan kepada Muhammad”.[8]
Para dukun, paranormal, tukang sihir dan peramal itu hanya mengaku-ngaku mengetahui ilmu ghaib berdasarkan kabar yang dibawa setan yang mencuri dengar dari langit. Para dukun itu, tidak akan sampai pada maksud yang diinginkan kecuali dengan cara berkhidmah, tunduk dan taat serta menyembah tentara iblis tersebut. Ini merupakan perbuatan kufur dan syirik terhadap Allah Subhanahu wa Ta’ala. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman :


هَلْ أُنَبِّئُكُمْ عَلَى مَن تَنَزَّلُ الشَّيَاطِينُ {212} تَنَزَّلُ عَلَى كُلِّ أَفَّاكٍ أَثِيمٍ { 222} يُلْقُونَ السَّمْعَ وَأَكْثَرُهُمْ كَاذِبُونَ




“Apakah akan Aku beritakan kepadamu, kepada siapa setan-setan itu turun? Mereka turun kepada setiap pendusta lagi banyak dosa, mereka menghadapkan pendengaran (kepada setan) itu, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang pendusta”. [Asy Syu’ara`: 221-223].



Oleh karena itu, seorang muslim tidak boleh tunduk dan percaya kepada dugaan dan asumsi bahwa cara yang dilakukan para dukun itu sebagai pengobatan, misalnya tulisan-tulisan azimat, rajah-rajah, menuangkan cairan yang telah dibaca mantra-mantra syirik dan sebagainya. Semua itu adalah praktek perdukunan dan penipuan terhadap manusia. Barangsiapa yang rela menerima praktek-praktek tersebut tanpa menunjukkan sikap penolakannya, sungguh ia telah ikut tolong-menolong dalam perbuatan bathil dan kufur.[9]



CARA PENECGAHAN DARI SIHIR YANG DIAJARKAN RASULULLAH[10]


1- Dalam setiap keadaan senantiasa mentauhidkan Allah Azza wa Jalla dan bertawakkal kepadaNya, serta menjauhi perbuatan syirik dengan segala bentuknya. Allah Azza wa Jalla berfirman :


إِنَّهُ لَيْسَ لَهُ سُلْطَانٌ عَلَى الَّذِينَ ءَامَنُوا وَعَلَى رَبِّهِمْ يَتَوَكَّلُونَ {99} إِنَّمَا سُلْطَانُهُ عَلَى الَّذِينَ يَتَوَلَّوْنَهُ وَالَّذِينَ هُمْ بِهِ مُشْرِكُونَ



“Sesungguhnya setan itu tidak ada kekuasaan atas orang-orang yang beriman dan bertawakkal kepada Rabbnya. Sesungguhnya kekuasaan setan hanyalah atas orang-orang yang menjadikannya sebagai pemimpin dan atas orang-orang yang mempersekutukannya dengan Allah”. [An Nahl : 99-100].


Ketika Menafsirkan ayat di atas, Syaikh Abdurrahman bin Nashir As Sa’di berkata : “Sesungguhnya setan tidak memiliki kekuasaan untuk mempengaruhi (mengalahkan) orang-orang yang beriman dan bertawakkal kepada Rabbnya semata, yang tidak ada sekutu bagiNya, maka Allah Subhanahu wa Ta’ala akan membela orang-orang mu’min yang bertawakkal kepadaNya dari setiap kejelekan setan, sehingga tidak ada celah sedikitpun bagi setan untuk mencelakakan mereka”[11]. Dan ayat-ayat semisal ini banyak terdapat di dalam Al Qur`an.




2- Melaksanakan setiap kewajiban-kewajiban yang Allah Subhanahu wa Ta’ala perintahkan, dan menjauhi setiap yang dilarang, serta bertaubat dari setiap perbuatan dosa dan kejelekan. Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda kepada Ibnu ‘Abbas Radhiyallahu ‘anhu :


يَا غُلاَمُ! إنِي أُعَلِّمُكَ كَلِمَاتٍ ، احْفَظِ اللهَ يَحْفَظْكَ…




“Wahai anak, sesungguhnya aku akan mengajarkanmu beberapa kalimat. Jagalah Allah, niscaya Allah akan menjagamu…”[12]
Syaikh Nazhim Muhammad Sulthan menyatakan, makna sabda Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam (احْفَظِ اللهَ ) adalah jagalah perintah-perintahNya, larangan-laranganNya, hukum-hukumNya serta hak-hakNya. Caranya, dengan memenuhi apa-apa yang Allah dan RasulNya perintahkan berupa kewajiban-kewajiban, serta menjauhi segala perkara yang dilarang. Sedangkan makna (يَحْفَظْكَ ) ialah, barangsiapa yang menjaga perintah-perintahNya, mengerjakan setiap kewajiban dan menjauhi setiap laranganNya, niscaya Allah k akan menjaganya. Karena balasan suatu amalan, sejenis dengan amal itu sendiri. 



Penjagaan Allah Subhanahu wa Ta’ala terhadap hamba meliputi penjagaan terhadap dirinya, anak, keluarga dan hartanya. Juga penjagaan terhadap agama dan imannya dari setiap perkara syubhat yang menyesatkan”.[13]
3. Tidak membiarkan anak-anak berkeliaran saat akan terbenamnya matahari. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, yang artinya: “Jika malam telah masuk -jika kalian berada di sore hari-, maka tahanlah anak-anak kalian. Sesungguhnya setan berkeliaran pada waktu itu. tatkala malam telah datang sejenak, maka lepaskanlah mereka”. [HR Bukhari Muslim].




4- Membersihkan rumah dari salib, patung-patung dan gambar-gambar yang bernyawa serta anjing. Diriwayatkan dalam sebuah hadits, bahwa Malaikat (rahmat) tidak akan memasuki rumah yang di dalamnya terdapat hal-hal di atas. Demikian juga dibersihkan dari piranti-piranti yang melalaikan, seruling dan musik.




5. Memperbanyak membaca Al Qur`an dan manjadikannya sebagai dzikir harian. Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :


لَا تَجْعَلُوا بُيُوتَكُمْ مَقَابِرَ إِنَّ الشَّيْطَانَ يَنْفِرُ مِنْ الْبَيْتِ الَّذِي تُقْرَأُ فِيهِ سُورَةُ الْبَقَرَةِ


“Janganlah menjadikan rumah-rumah kalian layaknya kuburan. Sesungguhnya setan lari dari rumah yang dibaca di dalamnya surat Al Baqarah”.[14]
6- Membentengi diri dengan doa-doa dan ta’awudz serta dzikir-dzikir yang disyariatkan, seperti dzikir pagi dan sore, dzikir-dzikir setelah shalat fardhu, dzikir sebelum dan sesudah bangun tidur, do’a ketika masuk dan keluar rumah, do’a ketika naik kendaraan, do’a ketika masuk dan keluar masjid, do’a ketika masuk dan keluar kamar mandi, do’a ketika melihat orang yang mandapat musibah, serta dzikir-dzikir lainnya.


Ibnul Qayyim berkata,”Sesungguhnya sihir para penyihir itu akan bekerja secara sempurna bila mengenai hati yang lemah, jiwa-jiwa yang penuh dengan syahwat yang senanantiasa bergantung kepada hal-hal rendahan. Oleh sebab itu, umumnya sihir banyak mengenai para wanita, anak-anak, orang-orang bodoh, orang-orang pedalaman, dan orang-orang yang lemah dalam berpegang teguh kepada agama, sikap tawakkal dan tauhid, serta orang-orang yang tidak memiliki bagian sama sekali dari dzikir-dzikir Ilahi, doa-doa, dan ta’awwudzaat nabawiyah.” [15]
7. Memakan tujuh butir kurma ‘ajwah setiap pagi hari. Berdasarkan sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam :


مَنْ تَصَبَّحَ كُلَّ يَوْمٍ سَبْعَ تَمَرَاتٍ عَجْوَةً لَمْ يَضُرَّهُ فِي ذَلِكَ الْيَوْمِ سُمٌّ وَلَا سِحْرٌ




“Barangsiapa yang makan tujuh butir kurma ‘ajwah pada setiap pagi, maka racun dan sihir tidak akan mampu membahayakannya pada hari itu”. [16]
Dan yang lebih utama, jika kurma yang kita makan itu berasal dari kota Madinah (yakni di antara dua kampung di kota Madinah), sebagaimana disebutkan dalam riwayat Muslim. Syaikh Abdul ’Aziz bin Baz berpendapat, seluruh jenis kurma Madinah memiliki sifat yang disebutkan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam ini. Namun beliau juga berpendapat, bahwa perlindungan ini juga diharapkan bagi orang yang memakan tujuh butir kurma, selain kurma Madinah secara mutlak.[17]




TERAPI PENGOBATAN SETELAH TERKENA SIHIR [18]


1. Metode pertama : Mengeluarkan dan menggagalkan sihir tersebut jika diketahui tempatnya dengan cara yang dibolehkan syariat. Ini merupakan metode paling ampuh untuk mengobati orang yang terkena sihir.[19]
2. Metode kedua : Dengan membaca ruqyah-ruqyah yang disyariatkan. Para ulama telah bersepakat bolehnya menggunakan ruqyah sebagai pengobatan apabila memenuhi tiga syarat [20].




Pertama : Hendaknya ruqyah tersebut dengan menggunakan Kalamullah (ayat-ayat Al Qur`an), atau dengan Asmaul Husna atau dengan sifat-sifat Allah Azza wa Jalla, atau dengan doa-doa yang diajarkan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam.
Kedua : Ruqyah tersebut dengan menggunakan bahasa Arab, atau dengan bahasa selain Arab yang difahami maknanya.



Ketiga : Hendaknya orang yang meruqyah dan yang diruqyah meyakini, bahwa ruqyah tersebut tidak mampu menyembuhkan dengan sendirinya, tetapi dengan kekuasaan Allah Azza wa Jalla. Karena ruqyah hanyalah salah satu sebab di antara sebab-sebab diperolehnya kesembuhan. Dan Allah-lah yang menyembuhkan.




Selain itu, ada hal sangat penting yang juga harus diperhatikan, bahwa ruqyah akan bekerja secara efektif bila orang yang sakit (terkena sihir) dan orang yang mengobati sama-sama memiliki keyakinan yang kuat kepada Allah Azza wa Jalla, bertawakkal kepadaNya semata, bertakwa dan mentauhidkanNya, serta meyakini dengan sebenar-benarnya bahwa Al Qur`an adalah penyembuh bagi penyakit dan rahmat bagi orang-orang beriman. Jika hal ini tidak terpenuhi, maka ruqyah tersebut tidak akan berefek kepada penyakitnya, karena ruqyah itu sendiri merupakan obat mujarab yang diajarkan oleh syari’at. Namun ibarat senjata, setajam apapun ia, jika berada di tangan orang yang tidak lihai menggunakannya, maka senjata itu tidak banyak manfaatnya.[21]




Dikatakan oleh Ibnu At Tiin: “Ruqyah dengan membaca mu’awwidzat atau dengan nama-nama Allah Subhanahu wa Ta’ala merupakan pengobatan rohani, (akan bekerja efektif) bila di baca oleh hambaNya yang shalih; kesembuhan pun akan diperoleh dengan izin Allah Azza wa Jalla “.


Diantara bentuk pengobatan yang termasuk metode kedua ini ialah sebagai berikut:
– Membaca surat Al Fatihah, ayat kursi, dua ayat terakhir surat Al Baqarah, surat Al Ikhlash, An Naas dan Al Falaq sebanyak tiga kali atau lebih dengan mengangkat tangan, tiupkan ke kedua tangan tersebut seusai membaca ayat-ayat tadi, kemudian usapkan ke bagian tubuh yang sakit dengan tangan kanan.[23]
– Membaca ta’awwudz (doa perlindungan diri) dan ruqyah-ruqyah untuk mengobati sihir, di antaranya sebagai berikut:[24]


. أسْألُ اللهَ العَظِيْمَ رَبَّ العَرْشِ العَظِيْمِ أنْ يَشْفِيَكَ




“Aku mohon kepada Allah Yang Maha Agung Pemilik ‘Arsy yang agung agar menyembuhkanmu (dibaca sebanyak tujuh kali)”.[25]
b. Orang yang terkena sihir meletakkan tangannya pada bagian tubuh yang terasa sakit, kemudian membaca: (بِسْمِ الله) sebanyak tiga kali lalu membaca :


أعُوذُ بِالله وَ قُدْرَتِهِ مِنْ شَرِّ مَا أجِدُ وَ أحَاذِرُ



“Aku berlindung kepada Allah dan kekuasaan-Nya dari setiap kejelekan yang aku jumpai dan aku takuti”. [26]
c. Mengusap bagian tubuh yang sakit sambil membaca doa :


اللهَُّمَ رَبَّ النَّاسِ أَذْهِبِ الْبَأْسَ وَاشْفِ أَنْتَ الشَّافِي لَا شِفَاءَ إِلَّا شِفَاؤُكَ شِفَاءً لَا يُغَادِرُ سَقَمًا

Ya Allah, Rabb Pemelihara manusia, hilangkanlah penyakitku dan sembuhkanlah, Engkau-lah Yang Menyembuhkan, tiada kesembuhan melainkan kesembuhan dariMu, kesembuhan yang tidak meninggalkan penyakit.[27]
d. Membaca doa:



أَعُوذُ بِكَلِمَاتِ اللَّهِ التَّامَّةِ مِنْ غَضَبِهِ وَ عِقَابِهِ وَشَرِّ عِبَادِهِ وَمِنْ هَمَزَاتِ الشَّيَاطِينِ وَأَنْ يَحْضُرُونِ



“Aku berlindung dengan kalimat Allah yang sempurna dari kemarahanNya, dari kejahatan hamba-hambaNya, dan dari bisikan-bisikan setan dan dari kedatangan mereka kepadaku.
3. Metode ketiga : Mengeluarkan sihir tersebut dengan melakukan pembekaman pada bagian tubuh yang terlihat bekas sihir, jika hal itu memang memungkinkan. Bila tidak memungkinkan, maka ruqyah-ruqyah di atas telah mencukupi untuk mengobati sihir.



Ibnul Qayyim rahimahullah menjelaskan rahasia pembekaman di bagian yang terkena sihir ini. Bahwa sihir itu tersusun dari pengaruh ruh-ruh jahat dan adanya respon kekuatan alami yang lahir dari ruh jahat tersebut. Inilah jenis sihir yang paling kuat, terutama pada bagian tubuh yang menjadi pusat persemayaman sihir tadi. Maka pembekaman pada bagian tersebut merupakan metode pengobatan yang sangat efektif bila dilakukan sesuai dengan cara yang tepat.[29]
4. Metode keempat : Dengan menggunakan obat-obatan alami sebagaimana disebutkan Al Qur’an dan As Sunnah, dengan disertai keyakinan penuh terhadap kebenaran firman Allah Subhanahu wa Ta’ala dan sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam yang menerangkannya. Di antaranya dengan menggunakan madu, habbahtus sauda` (jinten hitam), air zam-zam, minyak zaitun dan obat-obatan lainnya yang dibenarkan syara’ sebagai obat. Dari Ibnu Abbas Radhiyallahu ‘anhu, Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :



الشِّفَاءُ فِي ثَلَاثَةٍ شَرْبَةِ عَسَلٍ وَشَرْطَةِ مِحْجَمٍ وَكَيَّةِ نَارٍ وَأَنْهَى أُمَّتِي عَنْ الْكَيِّ



“Pengobatan itu ada dalam tiga hal. (Yaitu): berbekam, minum madu dan pengobatan dengan kay (besi panas). Sedangkan aku melarang umatku menggunakan pengobatan dengan kay”.[30
Dari ‘Aisyah Radhiyallahu ‘anha, ia mendengar Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :


إِنَّ هَذِهِ الْحَبَّةَ السَّوْدَاءَ شِفَاءٌ مِنْ كُلِّ دَاءٍ إِلَّا مِنْ السَّامِ قُلْتُ وَمَا السَّامُ قَالَ الْمَوْتُ



“Sesungguhnya habbah sauda’ ini merupakan obat bagi segala jenis penyakit, kecuali as saam”. Aku (‘Aisyah) bertanya,”Apakah as saam itu?” Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab,”Kematian.” [31]
Dari Jabir bin Abdillah Radhiyallahu ‘anhu, ia mendengar Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :


ماَءُ زَمْزَمَ لِمَا شُرِبَ لَهُ



“Air zam-zam itu tergantung niat orang yang meminumnya”. [32]
Dari Umar bin Al Khaththab Radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :


كُلُوا الزَّيْتَ وَادَّهِنُوا بِهِ فَإِنَّهُ مِنْ شَجَرَةٍ مُبَارَكَةٍ



“Makanlah minyak zaitun dan minyakilah rambut kalian dengannya, karena sesungguhnya ia berasal dari pohon yang diberkahi”.[33]
Demikianlah sekilas pembahasan tentang sihir berikut cara mencegah dan mengobatinya. Selayaknya bagi setiap pribadi muslim, terutama para pemimpin keluarga, untuk mengetahui hal ini dan mengajarkan kepada keluarganya. Agar anggota keluarga mampu membentengi diri dari kejahatan sihir. 



Selayaknya pula bagi pemimpin keluarga, untuk mengkondisikan keluarganya agar senantiasa taat kepada Allah Sang Pemelihara manusia. Membersihkan rumahnya serta menyingkirkan sejauh-jauhnya dari segala sarana yang mengundang kemaksiatan, seperti musik, majalah-majalah porno, gambar makhluk hidup dan sebagainya. Agar keluarganya mendapat curahan rahmat dan perlindungan dari Allah, terjauhkan dari gangguan iblis dan bala tentaranya. Wallahu waliyyut taufiiq. (Hanin Ummu Abdillah).


DEMIKIANLAH YANG DAPAT SAYA SAMPAIKAN TENTANG Cara Menangkal Berbagai Jenis Pelet,Santet Dan Guna-Guna DAN doa asmaul husna MUDAH MUDAHAN BERMANFAAT

0 Response to "Cara Menangkal Jenis Pelet,Santet Dan Guna-Guna"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel