Syahadat Sejati Sunan Kalijaga


 Syahadat Sunan Kalijaga

Dalam kesempatan yang baik ini saya ingin membagikan sebuah ilmu yang mungkin saja bermanfaat untuk anda, yaitu tentang ajaran Ilmu Makrifat Sunan Kalijaga yang ada dalam Syahadat Sejati Sunan Kalijaga. Sunan Kalijaga merupakan sosok luar biasa yang sangat berpengaruh dalam perkembangan Islam di Tanah Jawa. Beliau diberikan gelar ‘GURU SUCI TANAH JAWA’ dan sampai saat ini ajaran ajaran sang Sunan masih diamalkan. Apalagi bagi penggemar Ilmu Hikmah, Ilmu Islam Kejawen dan Aliran aliran ilmu Spiritual.



Ada lima dasar dalam Syahadat Sejati Sunan Kalijaga, dimana ajaran ajaran sang Sunan Kalijaga tersebut sebenarnya dikenal sebagai Pandawa Lima. Bukan tokoh pewayangan, melainkan lima syahadat sejati yang diajarkan sebagai dasar Ilmu Makrifat. Apa sajakah syahadat sejati tersebut? Ini Dia!


Macam Macam Syahadat Sejati Sunan Kalijaga
Syahadat Sejati Sunan Kalijaga merupakan lima Pandawa yang membawa Islam hingga ada di dunia ini. Kelima pandawa itu kemudian dijadikan syahadat sejati, diantaranya :


RASULULLAH SAW
Rasulullah yaitu kanjeng Nabi Muhammad SAW sang nabi akhir zaman yang juga Rasul Allah paling kita cintai karena kita sebagai umatnya. Rasulullah bertugas sebagai NUR (cahaya) yang menyinari kehidupan manusia dan memberikan pertolongan (Syafa’at) keppada manusia ketika hari kiamat tiba. Dengan selalu mengamalkan syahadat, maka kita mengakui bahwa ALLAH itu satu dan Muhammad SAW adalah utusan-NYA. Inilah dasar dari Syahadat Sejati Sunan Kalijaga yang selalu beliau ajarkan saat menyebarkan agama Islam di Tanah Jawa.



WA
IYULLLAH

Waliyullah dalam hal ini adalah : Syeh Syarif Hidayatullah Sunan Gunung Jati Cirebon. Waliyullah ini bertugas sebagai penunjuk jalan keselamatan dan keamanan kepada manusia dhohir dan bathin (dunia akhirat). Sunan Gunung jati sejatinya adalah guru dari Sunan Kalijaga, dan dari beliaulah Syahadat Sejati Sunan Kalijaga itu diketahui, dari beliaulah Sunan Kalijaga menyusun kelima Pandawa pembawa Islam ini.">

>

Cerita dalam sejarah Cirebon meriwayatkan bahwa pada tanggal 28-rajab-1466 M, Syeh Syarif Hidayatullah menghadap Kanjeng Nabi Muhammad SAW. Kemudian beliau diberi wejangan dan diajarkan ilmu sejatinya syahadat yang bangsa latifussirri. Setelah usai Kanjeng Nabi bersabda :


“Aku beri anda gelar Insan kamil, menjabat sebagai wali kutub sebagai wakil mutlakku, tidak adanya Nabi ya adanya Wali, tidak adanya aku ya adanya kamu, kamu ya saya, saya ya kamu bahkan tidak ada wujud dua. Dan anda gelarkan Agama Islam, rukunnya lima perkara yaitu : Syahadat,Dirikanlah Sholat (lima waktu),zakat,puasa,dan haji bagi yang mampu. Dan patuhilah apa yang tersebut dalam Al-Qur’an dan ingat anda jangan mengunggul-ungguli, (menghebati) tampa amal kebajikan. Dan anda bergurulah apa adat biasa di dunia, yang benar tingkah lakunya hastiti hati yang sejati.”
Dari sinilah ilmu Syahadat Sejati Sunan Kalijaga ada dan diajarkan sang Guru Sunan Gunung Jati pada Sunan Kalijaga sebagai penerus beliau di tanah Jawa.



HABIBULLAH
Yang dimaksud Habibullah Yaitu Abah Umar Panguragan Cirebon ( wafat tahun,1973 M.) Beliau bertugas sebagai pembangkit dan penggali ajaran-ajaran syahadat dari Rasulullah SAW.Yang di bawa oleh Waliyullah, yang terpendam (terkubur) oleh sejarah. Pada era walisongo akhirnya Syahadat Sejati Sunan Kalijaga muncul dan menjadi ilmu yang mendasar sebagai umat Islam.


SHOLAWATULLAH
Sholawatullah yang dimaksud yaitu Embah Ahmad kebon danas pusaka negara subang (wafat tahun 1999 M.) dimana beliau bertugas sebagai pembangun ajaran syahadat dari Rasulullah SAW yang di bawa oleh Waliyyullah dan Habibullah.


SHOLALLAH
Sholallah disini yang dimaksud yaitu orang-orang sholeh dan sholehah yang mengikuti dan melaksanakan, perintah Allah dan RasullNya. Berawal dari Syahadat Sejati Sunan Kalijaga ini para sholallah melestarikan dan meneruskan ajarannya.


Demikian saudaraku, Syahadat Sejati Sunan Kalijaga sebagai dasar dari Ilmu Makrifat. 

SEMOGA BERMANFAAT UNTUK KITA SEMUA, AMIN. BARAKALLAH...

Baca Juga

Post a Comment

Previous Post Next Post