Menceritakan Aib Sendiri dilarang Dalam islam

Menceritakan Aib Sendiri dilarang Dalam islam

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, teman Kumpulan ilmu, Allah Subhanahu Wa Taala maha memandang seluruh kegiatan manusia tercantum masalah dosa, hendak namun Allah menutupi nutupi aib hamba- nya Sebetulnya Allah tidak menggemari orang yang bangga serta mengumbar umbar aibnya secara terang- terangan diriwayatkan Abu daud serta anas said, kalau Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda: sebetulnya Allah Subhanahu Wa Taala Maha Pemurah serta Maha penutup ia menyayangi rasa malu serta perilaku sitru ataupun menyembunyikan aib. kemudian Gimana dengan seorang yang bangga mengumbar aib sendiri.


 Menceritakan Aib Sendiri dilarang Dalam islam


teman kumpulan ilmu manusia tidak luput dari kesalahan seseorang yang mengakui sudah melaksanakan kesalahan sebaiknya bertaubat serta meminta ampun kepada nya, hendak namun bukannya bertaubat manusia malah menggambarkan aibnya kepada orang lain. menggambarkan aib sendiri kepada orang lain tidak di benarkan, walaupun dengan alibi supaya menemukan pemecahan atas kesalahan yang di perbuat, islam melarang kita buat membuka ataupun menggambarkan aib sendiri sehabis Allah Subhanahu Wa Taala sudah menutupnya.

larangan mengumbar aib sebagaimana yang di Riwayatkan Abdul aziz bin Abdullah, sudah mengabarkan kepada kami ibrohim bin saad dari anaku saudaraku ibnu sihab, dari ibnu sihab dari salim bin abdullah, ia berkata saya mendengar abu hurairah berkata saya mendengar Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda:

tiap umatku hendak memperoleh ampunan dari Allah azza wajjala, kecuali (AL) mujahirin ialah misalnya terdapat seseorang laki laki yang mengerjakan suatu perbuatan kurang baik pada malam hari, setelah itu dia menjumpai waktu subuh serta Allah sudah menutup aibnya berbentuk berbuatan kurang baik, laki laki tersebut berkata, wahai Fulan saya sudah mengerjakan suatu perbuatan kurang baik ataupun kurang baik ini serta itu, hingga seperti itu orang yang malamnya Allah sudah menutup aibnya, kemudian dia membuka aibnya sendiri di waktu subuh Hadits Riwayat Bukhari serta Muslim.

menggambarkan aib sendiri dilarang sebab dikhawatirkan bisa merangsang orang lain buat melaksanakan perihal yang sama, apa lagi apabila aib tersebut bukan cuma dikisahkan kepada seorang saja, melainkan lewat saluran internet semacam media sosial. yang tidak terdapat batas orang- orang bisa mengenali aib yang diceritakannya, Allah subhanahu wa taala berfirman:

إِنَّالَّذِينَيُحِبُّونَأَنْتَشِيعَالْفَاحِشَةُفِيالَّذِينَآمَنُوالَهُمْعَذَابٌأَلِيمٌفِيالدُّنْيَاوَالْآخِرَةِۚوَاللَّهُيَعْلَمُوَأَنْتُمْلَاتَعْلَمُونَ

Innallażīna yuḥibbụna an tasyīal- fāḥisyatu fillażīnaāmanụ lahum ażābun alīmun fid- dun- yā wal-ākhirah, wallāhu yalamu wa antum lā talamụn

Terjemah Makna: Sebetulnya orang- orang yang mau supaya( kabar) perbuatan yang amat keji itu tersiar di golongan orang- orang yang beriman, untuk mereka azab yang pedih di dunia serta di akhirat. Serta Allah mengenali, lagi, kalian tidak mengenali. Quran surah Annur ayat 19

Ibnu Hajar rakhimallahu dalam kitab Fathul Bari berkata, kalau barangsiapa yang berkeinginan buat menampakan kemaksiatan serta menggambarkan perbuatan maksiat tersebut, menimbulkan roknya marah kepadanya, sehingga ia tidak menutupi aib tersebut, serta barangsiapa yang berkeinginan buat menutupi perbuatan maksiatnya tersebut sebab malu terhadap Roknya serta manusia, hingga Allah tabaraka Wa Taala hendak membagikan penutup yang hendak menutupi aibnya itu, telah di jelaskan kalau orang yang sudah melaksanakan perbuatan dosa yang menutup sendiri serta lekas bertaubat, memohon ampun kepadanya, orang yang sudah melaksanakan perbuatan dosa sebaiknya mendirikan sholat, sebagaimana yang dipaparkan dalam alquran.

وَأَقِمِالصَّلَاةَطَرَفَيِالنَّهَارِوَزُلَفًامِنَاللَّيْلِۚإِنَّالْحَسَنَاتِيُذْهِبْنَالسَّيِّئَاتِۚذَٰلِكَذِكْرَىٰلِلذَّاكِرِينَ

Wa aqimiṣ-ṣalātaṭarafayin- nahāri wa zulafam minal- laīl, innal-ḥasanāti yuż- hibnas- sayyi`āt,żālikażikrā liż-żākirīn

Terjemah Makna: Serta dirikanlah sembahyang itu pada kedua tepi siang( pagi serta petang) serta pada bahagian permulaan daripada malam. Sebetulnya perbuatan- perbuatan yang baik itu menghapuskan( dosa) perbuatan- perbuatan yang kurang baik. Seperti itu peringatan untuk orang- orang yang ingat. Quran surah hud ayat 114.

salah seseorang teman bertanya menimpa perintah mendirikan sholat sehabis melaksanakan perbuatan dosa, ya Rasulullah Apakah ayat itu spesial buat orang itu saja. Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda:

tidak hendak namun buat seluruh manusia Hadits Riwayat Muslim.

Apabila terdapat seorang yang dengan bangga menggambarkan aib sendiri, dapat jadi tercantum isyarat kiamat seseorang public figure dengan bangga menggambarkan aib nya sendiri lewat media sosial pribadinya, cuma sebab tidak mau diucap bagaikan orang yang munafik dengan bangganya menggambarkan perbuatan zina yang sudah dikerjakannya, tidak terdapat seseorang juga kecuali kepada Allah Subhanahu Wa Taala, mengadukan perbuatan kurang baik yang sudah dicoba, sebagaimana dalam firman- nya:

إِنَّاعَرَضْنَاالْأَمَانَةَعَلَىالسَّمَاوَاتِوَالْأَرْضِوَالْجِبَالِفَأَبَيْنَأَنْيَحْمِلْنَهَاوَأَشْفَقْنَمِنْهَاوَحَمَلَهَاالْإِنْسَانُۖإِنَّهُكَانَظَلُومًاجَهُولًا

Innā araḍnal- amānata alas- samāwāti wal- arḍi wal- jibāli fa abaina ay yaḥmilnahā wa asyfaqna min- hā waḥamalahal- insān, innahụ kānaẓalụman jahụlā

Terjemah Makna: Sebetulnya Kami sudah mengemukakan amanat kepada langit, bumi serta gunung- gunung, hingga seluruhnya enggan buat memikul amanat itu serta mereka takut hendak mengkhianatinya, serta dipikullah amanat itu oleh manusia. Sebetulnya manusia itu amat zalim serta amat bodoh. Quran surah al- ahzab ayat 72.

Allah Subhanahu Wa Taala sangat menggemari orang- orang yang bertaubat, namun sangat membenci orang- orang yang bangga dengan dosanya. salah satu wujud bangga dengan dosa merupakan dengan mengumbar umbar aibnya sendiri kepada orang banyak, Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda:

bukanlah seorang menutupi aib orang lain di dunia, melainkan Allah hendak menutupi aibnya di hari kiamat nanti, shohih muslim.

teman Kumpulan ilmu, Allah yang maha pemurah menutupi aib aib hamba- nya, janganlah mengzalimi diri sendiri dengan membuka aib sendiri pada orang lain, orang lain hendak senantiasa menghargai kita sebab Allah menutupi aib aib hamba- nya, bayangkan bila aib kita diperlihatkan hingga orang lain tidak hendak bersedia mendekati ataupun apalagi memandang kita. hingga dari itu hendaklah kita langsung bertaubat kala melaksanakan kesalahan serta menutup rapat aib tersebut, di Riwayatkan, Abu Musa Abdullah bin Qais (AL) Asyari Radiallahu anhu, Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda:

sebetulnya Allah subhanahu wa taala senantiasa membuka tangannya di waktu malam buat menerima Taubat orang yang melaksanakan kesalahan di siang hari, serta Allah membuka tangannya pada siang hari buat menerima Taubat orang yang melaksanakan kesalahan di malam hari begitulah sampai matahari terbit dari barat.

wallahu alam bissowab. jangan kurang ingat berbagi data dengan share Article ini, sebab sebaik baik manusia merupakan yang berguna untuk manusia, wasallamalaikum warahmatullahi wabarakatuh. 

0 Response to "Menceritakan Aib Sendiri dilarang Dalam islam"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel