istri yang tidak bersyukur terhadap suami

istri yang tidak bersyukur terhadap suami

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, Sahabat kumpulan ilmu, Dalam beberapa kasus seperti di zaman sekarang ini tidak kekurangan seorang kaum wanita, khususnya seorang istri menuntut pertanggung jawabaan materi terhadap suami, lalu seperti apakah penjelasanya, simak dan baca ulasannya hanya ada di kumpulan ilmu.

 istri yang tidak bersyukur terhadap suami

Ciri ciri istri yang tidak punya rasa bersyukur terhadap suami, ia akan menuntut materi. Dalam hal sedemikian seorang istri sudah terlalu membiasakan cara hidup bergaya ala zaman modern ini, akan tetapi hal tersebut seorang istri tidak memperdulikan dari mana suami medapatakn Rizki yang halal atau haram.

Dikisahkan dari sahabat, Membina rumah tangga sudah berlangsung 15 tahun berlalu, dan telah di karuniai seorang putra dan putri, kedua putra dan putri sudah mengijak umur dewasa, sahabat itu menceritakan kisah hidupnya, awal mula berumah tangga, memang keduanya sebelum menikah ada landasan belas kasih dan sayang, hingga akhirnya keduanya melajutkan hubungan rumah tangga atau menikah.

Nasib tak kunjung baik bagi dari saya" ucap sahabat itu" berbagai pekerjaan ia tempuh, dari penjual koran hingga gali kuburan, dari pedangan peyek hingga kuli proyek, akan tetapi tuntutan seorang istri amatlah berat, yang ia rasakan tidak ada balasan baik kepada suami, ia pernah berkata di waktu sore hari ketika ia baru saja pulang kerja, ia mencoba menyuruh istri untuk melayani selayaknya keluarga-keluarga yang baik hubungannya, suami capek kerja seharian, kata suami" bu tolong ambilkan saya secangkir air hangat agar tenggorokan terasa basah, jawab istri" jangan sekali kali kamu menyuruh saya kalau kamu belum bisa menafkahi dan memberikan nilai materi yang lebih. "naudzubillah. Hukum membentak atau memarahi suami adalah tidak boleh dan masuk ke dalam jenis dosa besar dalam Islam, sebab suami adalah orang yang harus paling dipatuhi dan dihormati oleh wanita sebagai istrinya dan sudah menjadi kewajiban istri terhadap suami dalam Islam. Seperti yang kita ketahui jika Rasulullah SAW dalam beberapa hadits mengatakan jika sangat tinggi kedudukan suami untuk istrinya. Istri yang shalihah, banyak bersyukur kepada Allah kemudian bersyukur kepada suaminya. Seorang suami wajib memberikan nafkah kepada istrinya sesuai kemampuannya. Allah Ta’ala berfirman dalam kitab-Nya:

لِيُنفِقْ ذُو سَعَةٍ مِنْ سَعَتِهِ وَمَنْ قُدِرَ عَلَيْهِ رِزْقُهُ فَلْيُنفِقْ مِمَّا آتَاهُ اللَّهُ لاَ يُكَلِّفُ اللَّهُ نَفْساً إِلاَّ مَا آتَاهَا سَيَجْعَلُ اللَّهُ بَعْدَ عُسْرٍ يُسْراً .

“Hendaklah orang yang mampu memberi nafkah menurut kemampuannya. Dan orang yang disempitkan rezekinya hendaklah memberi nafkah dari harta yang diberikan Allah kepadanya. Allah tidak memikulkan beban kepada seseorang melainkan (sekedar) apa yang Allah berikan kepadanya. Allah kelak akan memberikan kelapangan sesudah kesempitan” {quran surat. Ath Thalaq: 7}.

Jika suami tidak bisa memberikan nafkah kecuali sedikit saja, disebutkan dalam ayat ini, “Allah tidak memikulkan beban kepada seseorang melainkan (sekedar) apa yang Allah berikan kepadanya”. Maka ia tidak dibebani untuk memberikan nafkah dengan nominal tertentu yang terkadang itu di luar kemampuannya. Maka hendaknya ia bersabar atas sempitnya rezeki.

Demikian juga sang istri, hendaknya ia qana’ah (merasa cukup dengan rezeki yang Allah berikan) dan bersyukur kepada Allah ta’ala, serta juga bersyukur kepada suami bagaimana pun keadaan nafkah yang diberikan suaminya. Karena Allah ta’ala, membenci istri yang tidak bersyukur kepada pemberian suaminya. Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:

لا ينظرُ اللَّهُ إلى امرأةٍ لا تشكُرُ لزوجِها وَهيَ لا تستَغني عنهُ

“Allah tidak akan melihat kepada wanita yang tidak bersyukur kepada suaminya, dan ia tidak merasa cukup dengan apa yang diberikan suaminya” (HR. An Nasa’i no. 9086, Al Baihaqi dalam Sunanul Kubra [7/294], dishahihkan Al Albani dalam Shahih At Targhib no. 1944).

Dengan rasa kasih sayang dan kesabaran suami, ia tetap berusaha memberikan materi yang terbaik, ketika hari suami pernah mengalami hari penuh kegagalan, danganan yang ia jualkan tidak ada pelanggan satupun yang hendak membeli daganganya, sang suami pun berusaha mencari Rizki entah dari mana datangnya agar ia pulang membawa uang, nasib tak menghampiri hingga malam petang, ia sangatlah berat langkahkan kaki menuju jalan pulang, sepanjang perjalan ia berfikir, balasan apa lagi yang akan ia hadapai ketika sampai rumah saku tak adapun sepeser receh didalamnya tersebut. Bahkan air mata suami jatuh dari selaput matanya, Allah subhanahu wa ta'ala mencintai hamba hambanya yang sabar dan beriman, seperti yang disebutakan dalam firmannya:

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ ٱسْتَعِينُوا۟ بِٱلصَّبْرِ وَٱلصَّلَوٰةِ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ مَعَ ٱلصَّٰبِرِينَ

"Yā ayyuhallażīna āmanusta'īnụ biṣ-ṣabri waṣ-ṣalāh, innallāha ma'aṣ-ṣābirīn

"Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar. {quran-surat-al-baqarah-ayat-153}.

Hai orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, mohonlah pertolongan dari Allah dengan kesabaran dalam menghadapi musibah, ketaatan, menjauhi maksiat, dan dengan shalat yang dapat menguatkan hubungan dengan Allah. Sungguh Allah menolong dan memberi taufik kepada orang-orang yang sabar.

Sesampainya di pintu rumah, lalu ia mengetuk pinta dengan penuh lirih, harapan seorang istri terlalu besar kepada suami ia membawa pulang Rizki yang banyak, Sontak istri bertanya" pak mana hasil danganganya ucap istri" suamipun menjawab" sabar bu' biar saya masuk kerumah dan duduk sebentar, "sudahlah jangan berbelit belit memberikan uang kepada istri sendiri" ucap istri" seketika suami menjawab" maafkan saya bu" ucap suami' hari ini saya gagal dalam berdagang, tidak ada satupun pelanggan yang hendak membeli dagangan saya" ibu yang sabar untuk hari ini saja" ucap suami" dengan kerasnya istripun menjawab dengan gigih dan kesombongannya seolah olah tidak ada rasa bersalah dan tidak bersyukur terhadap sumai" keluarlah dari rumah ini dan jangan pulang sebelum kamu membawa uang" Kendatipun Allah subhanahu wa ta'ala sangat membenci orang yang tidak mensyukuri nikmat dunia yang telah Allah berikan. Allah subhanahu wa ta'ala berfirman:

وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِن شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ ۖ وَلَئِن كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِى لَشَدِيدٌ

"Wa iż ta`ażżana rabbukum la`in syakartum la`azīdannakum wa la`ing kafartum inna 'ażābī lasyadīd

"Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih". {quran-surat-ibrahim-ayat-7}.

Isi Kandungan ayat, Musa berkata kepada mereka, ”dan ingatlah ketika tuhan kalian memberitahukan dengan pemberitahuan yang tegas, ’jika kalian bersyukur kepadaNya atas nikmat-nikmatNya, pastilah Dia akan memberikan tambahan karunia kepada kalian, dan jika kalian mengingkari nikmat-nikmat Allah, niscaya dia benar-benar akan menyiksa kalian dengan siksaan yang pedih.

Dan sifat kurang bersyukur kepada suami, merupakan hal yang banyak terjadi pada diri wanita, sehingga membuat mereka menjadi mayoritas penduduk neraka. Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:

أُرِيتُ النَّارَ فَإِذَا أكْثَرُ أهْلِهَا النِّسَاءُ، يَكْفُرْنَ قيلَ: أيَكْفُرْنَ باللَّهِ؟ قالَ: يَكْفُرْنَ العَشِيرَ، ويَكْفُرْنَ الإحْسَانَ، لو أحْسَنْتَ إلى إحْدَاهُنَّ الدَّهْرَ، ثُمَّ رَأَتْ مِنْكَ شيئًا، قالَتْ: ما رَأَيْتُ مِنْكَ خَيْرًا قَطُّ

“Diperlihatkan kepadaku neraka, dan aku melihat kebanyakan penduduknya adalah wanita”. Para wanita bertanya: “apakah karena mereka kufur kepada Allah?”. Nabi menjawab: “Karena mereka kufur kepada suami mereka dan kufur kepada kebaikan suami mereka. Jika engkau para suami, berlaku baik kepada istri kalian sepanjang waktu, kemudian sang istri melihat satu keburukan dari dirimu, maka sang istri akan mengatakan: aku tidak pernah melihat kebaikan dari dirimu” (HR. Bukhari no. 29, Muslim no. 907).

Maka bagi para istri hendaknya bersyukur dengan apa yang diberikan suami dan tidak banyak menuntut serta merasa cukup dengan rezeki Allah yang diberikan melalui suaminya. Tidaklah layak untuk seorang manusia untuk sujud pada manusia yang lain. Kalau pantas/bisa untuk seorang untuk sujud pada seorang yang lain pasti saya perintahkan istri untuk sujud pada suaminya karena besarnya hak suaminya terhadapnya” (Hadist Riwayat. Ahmad)

“Dan sebaik-baik istri yaitu yang taat pada suaminya, bijaksana, berketurunan, sedikit bicara, tak sukai membicarakan suatu hal yg tidak berguna, tak crewet serta tak sukai bersuara bingar-bingar dan setia pada suaminya.” (Hadist Riwayat. An Nasa’i)

Apabila memang suami berbuat sebuah kesalahan, memang sudah seharusnya bagi sang istri untuk mengingatkan suami namun harus dilakukan dengan cara yang baik, tutur kata yang lemah lembut, tidak membentak atau menggunakan suara yang keras dan juga jangan sampai menyinggung perasaan suami sebab ada hukum istri melawan suami menurut Islam yang akan diterima apabila dilakukan. Istri yang menunjukan sikap kasar pada suami ataupun suami yang bersikap kasar pada istri memperlihatkan jika mereka memiliki akhlak yang buruk dan juga pengetahuan yang kurang diantara mereka. Apabila suami dimarahi, dibentak atau didzalimi yang merupakan ciri ciri istri durhaka terhadap suami ini, para bidadari surga akan sangat murka pada istri yang sudah memarahi suaminya tersebut.

Rasulullah SAW bersabda, “Tidaklah seorang istri menyakiti suaminya didunia, tetapi istrinya dari kelompok bidadari bakal berkata, “Janganlah engkau menyakitinya. Semoga Allah memusuhimu. Dia (sang suami) hanyalah tamu di sisimu ; nyaris saja ia bakal meninggalkanmu menuju pada kami” (HR. At-Tirmidzi)

Sudah seharusnya para istri untuk menjauhi sikap dzalim pada suami sebab saingan para istri sangatlah berat dan bukan karena madu atau perempuan lain namun bidadari Allah SWT yang mensifatkannya dalam Al Quran diantara sifatnya, yakni:

وَكَوَاعِبَ أَتْرَابًا

"Wa kawā'iba atrābā

"Dan gadis-gadis remaja yang sebaya, {quran-surat-an-naba-ayat-31-33}.

Isi Kandungan ayat 31-33 Sesungguhnya orang orang yang takut kepada tuhan mereka dan beramal shalih mendapatkan keberuntungan dengan masuk surga. Mereka mendapatkan kebun-kebun besar dan buah anggur. Mereka mendapatkan istri-istri yang berusia muda,buah dada mereka montok,usia mereka sebaya, Dan mereka punya gelas gelas yang penuh dengan khamar, Mereka tidak mendengar kata kata batil di dalam surga, sebagian tidak dusta kepada sebagian lainnya.

Kemudian Allah mulai menjelaskan balasan bagi hambanya yang bertakwa. Allah mengkabarkan bahwasanya orang-orang yang bertakwa yaitu mereka yang taat kepada Rabb nya di dunia akan menang dengan kemuliaan dan balasan yang besar di surga yang penuh nikmat. Dan bagi mereka kebun-kebun yang terkumpul di dalamnya, yang terdapat buah-buahan yang lezat, begitu juga baginya pohon-pohon anggur. Bagi mereka istri-istri yang jelita, yang memiliki buah dada yang montok, yang tidak kendor. Dan wanita-wanita tersebut umurnya sama merata, yaitu berumur remaja, begiu juga istri dari hamba yang bertakwa dimana Allah ciptakan mereka dalam sebaik-baik rupa dari bidadari. Dan mereka (ahli surga) memiliki gelas yang berisi khamar lezat untuk mereka minum. Dan mereka tidaklah mendengar suara di surga kecuali dari yang baik-baik saja, dan tidak mendengar ucapan-ucapan bathil. Tidak juga ucapan-ucapan yang mengandung dosa dan juga tidaklah mereka mendengar ucapan-ucapan yang tidak bermanfaat.

wallahu a'lam bissowab jangan lupa berbagi informasi dengan share Article ini, karena sebaik baik manusia adalah yang bermanfaat bagi manusia, wasallamalaikum warahmatullahi wabarakatuh.

0 Response to "istri yang tidak bersyukur terhadap suami"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel