Umat muslim jangan takut berlebihan pada virus corona

Umat muslim jangan takut berlebihan pada virus corona

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, Teman kumpulan ilmu, Tidak butuh khawatir kelewatan tentang wabah virus corona yang marak di dunia dikala ini, terdapat baiknya bagaikan umat muslim, kita senantiasa berpasrah diri kepada Allah SWT, sebab seluruh sesuatunya telah didetetapkan takdir. Qadha’ serta takdir dari sisi kehendak Allah Swt. dibagi jadi 2 sudut pandang. 

 Umat muslim jangan takut berlebihan pada virus corona

Yang awal, kehendak yang sudah tertuang di dalam ayat- ayat suci Al- Qur’ an. Sebetulnya kalimat Syâ- a, Yasyâ- u, Masyî- atan memiliki arti kehendak, serta redaksi ini banyak disebutkan lewat firman Allah Swt. di dalam Al- Qur’ an. Ada pula ikatan kata kehendak Allah Swt. dengan takdir sangatlah erat kaitannya.

مَاأَصَابَمِنْمُصِيبَةٍفِيالْأَرْضِوَلَافِيأَنْفُسِكُمْإِلَّافِيكِتَابٍمِنْقَبْلِأَنْنَبْرَأَهَاۚإِنَّذَٰلِكَعَلَىاللَّهِيَسِيرٌ

Mā aṣāba mim muṣībatin fil- arḍi wa lā fī anfusikum illā fī kitābim ming qabli an nabra`ahā, innażālika alallāhi yasīr

Terjemah Makna: Bukanlah yang mengenai kamu wahai manusia berbentuk bencana di bumi semacam kegersangan, minimnya buah- buahan, wabah penyakit, tumbuhan kekeringan, mahalnya harga serta lain lain dan mushibah yang mengenai diri kamu semacam sakit, kefakiran serta kehabisan anak itu kecuali sudah ditulis di Lauhil Mahfudz saat sebelum kami menghasilkan apapun. Untuk Allah SWT, menetapkan perihal itu dalam kitabNya ialah masalah yang gampang serta mudah. quran- surah Angkatan laut(AL) Hadid( 57) ayat 22.

Allah Subhaanahu wa Taaala berfirman menerangkan meratanya qadha’ serta qadar- Nya. Semacam Halnya dikala ini dunia lagi di gegerkan timbulnya wabah virus, yang di sebut virus corona yang lumayan di was- was. Ayat ini mencakup seluruh bencana yang mengenai makhluk, yang baik ataupun yang kurang baik, dimana seluruhnya sudah tertulis dalam Lauh Mahfuzh yang kecil ataupun yang besar. Masalah ini merupakan masalah besar yang tidak bisa dijangkau ide, apalagi hati orang- orang yang berakal hingga lalai di mari, namun untuk Allah yang demikian sangat gampang. Allah Subhaanahu wa Taaala sudah memberitahukan kepada hamba- hamba- Nya yang demikian supaya kaidah ini menetap pada mereka serta mereka mendasari di atasnya dalam seluruh yang mereka peroleh, baik ataupun kurang baik, sehingga mereka tidak berputus asa serta bersedih terhadap perihal yang luput dari mereka dimana diri mereka rindu kepadanya sebab mereka mengenali kalau perihal itu tertulis dalam Lauh Mahfuzh, wajib diberlakukan serta wajib terjalin sehingga tidak terdapat jalur buat menolaknya, demikian pula mereka tidak bergembira dengan sombong terhadap apa yang Allah SWT bagikan kepada mereka sebab mereka ketahui kalau yang mereka peroleh itu bukan sebab upaya serta kekuatan mereka, namun dengan karunia Allah serta nikmat- Nya, sehingga mereka juga menyibukkan diri dengan bersyukur kepada Allah yang melimpahkan nikmat itu serta menghindarkan bahaya dari mereka.

Ada pula virus maupun tidak terdapat virus, terdapat penyakit maupun tidak terdapat penyakit, seluruh orang hendak mati. Terdapat yang sakit menahun tidak mati- mati, terdapat pula yang sehat walafiat seketika mati. seluruh itu telah jadi kehendak Allah SWT. Kematian itu merupakan keniscayaan, bila dirimu tidak mati hari ini, hingga besok, ataupun lusa, bulan depan maupun tahun depan. Memanglah karena kematian bermacam- macam, tetapi ujungnya senantiasa sama, ialah kejadian lepas ruh dari jasad agresif manusia.

۞قُلْيَتَوَفَّاكُمْمَلَكُالْمَوْتِالَّذِيوُكِّلَبِكُمْثُمَّإِلَىٰرَبِّكُمْتُرْجَعُونَ

Qul yatawaffākum malakul- mautillażī wukkila bikumṡumma ilā rabbikum turjaụn

Terjemah Makna: Katakanlah:" Malaikat maut yang diserahi buat( mencabut nyawa) mu hendak mematikanmu, setelah itu cuma kepada Tuhanmulah kalian hendak dipulangkan". quran- surat- as- sajdah- ayat- 11.

isi isi dalam ayat ini, Katakanlah( wahai Rasul) kepada orang- orang musrik itu,“ Malaikat maut yang ditugaskan pada kamu hendak mewafatkan kamu. Apabila ajal kamu habis, malaikat tersebut hendak mencabut arwah kamu, tidak tertunda sesaat juga. Setelah itu kamu dipulangkan kepada Tuhan kamu, kemudian Ia hendak membalas kamu atas segala amal perbuatan kamu, apabila baik, dengan balasan baik, serta apabila kurang baik, hingga dengan balasan kurang baik.

Orang mukmin tidak begitu khawatir dengan kematian, karena untuk mereka kematian merupakan dini kehidupan hakiki menikmati keabadian bertemu Allah, Nabi terkasih serta rombongan para teman dari kalangan shiddiqin, syuhada serta sholihin. Allah SWT berfirman:

وَالَّذِينَآمَنُواوَاتَّبَعَتْهُمْذُرِّيَّتُهُمْبِإِيمَانٍأَلْحَقْنَابِهِمْذُرِّيَّتَهُمْوَمَاأَلَتْنَاهُمْمِنْعَمَلِهِمْمِنْشَيْءٍۚكُلُّامْرِئٍبِمَاكَسَبَرَهِينٌ

Wallażīnaāmanụ wattabaat- humżurriyyatuhum bi`īmānin alḥaqnā bihimżurriyyatahum wa mā alatnāhum min amalihim min syaī`, kullumri`im bimā kasaba rahīn

Terjemah Makna: Serta orang- oranng yang beriman, serta yang anak cucu mereka menjajaki mereka dalam keimanan, Kami hubungkan anak cucu mereka dengan mereka, serta Kami tiada kurangi sedikitpun dari pahala amal mereka. Masing- masing manusia terikat dengan apa yang dikerjakannya. quran- surat- at- tur- ayat- 21.

Sebaliknya orang- orang yang beriman kepada Allah serta rasulNya, dan pengikut- pengikut serta anak cucu mereka yang beriman, Kami sertakan mereka buat masuk surga serta Kami bagikan derajat( mulia). Bila mereka( anak- cucu mereka) belum pernah mengerjakan amal ibadah mereka, hingga bagaikan wujud kemulian untuk leluhur mereka, Kami kumpulkan mereka bersama- sama, sehingga pandangan- pandangan serta jiwa mereka jadi aman serta tenang. Kami tidak kurangi sedikitpun pahala dari amal ibadah para leluhur mereka, tetapi kami tambahkan( pahala) amal ibadah anak- cucu mereka bagaikan pentuk pengistimewaan untuk mereka. Tiap orang silih terikat ataupun terpaut dengan amal ibadahnya pada hari kiamat, baik amal kebaikan maupun keburukan. Seorang tidak hendak menanggung dosa orang yang lain.

Ayat di atas ialah bagian dari isi isi supaya kita hidup tidak butuh khawatir menghadapai bermacam berbagai bencana yang lagi mengenai ataupun mewabah yang hendak menuju pada kematian, seluruh takdir kita kembalikan kepada Allah SWT, Untuk mereka dunia ini yang khawatir hendak kematian cuma di anggap dunia merupakan penjara yang kenikmatannya senantiasa bercampur penderitaan, akhirat juahlah tujuan serta cita- cita mereka.

Ketakutan mereka sangat mendasar tidaklah kepada serbuan virus penyakit yang bawa aroma kematian raga, tetapi yang sangat mereka khawatirkan merupakan virus syubhat serta syahwat dunia yang meluluh lantahkan pondasi serta bangunan agama. Orang mukmin meyakini kalau Allah SWT tetap melindungi mereka sepanjang mereka melindungi perintah Allah. Allah kan senantiasa mengingat mereka manakala mereka senantiasa mengingatNya pula. Jika nyatanya seluruh karena sudah ditempuh, tetapi kesimpulannya terserang bencana pula, mereka percaya dibalik bencana itu tersimpan sejuta hikmah serta kebaikan. Daripada padat jadwal memikirkan virus ciptaanNya, alangkah lebih arifnya apabila kita padat jadwal menyerahkan diri serta berlindung pasrah kepada Allah SWT.

wallahu alam bissowab. jangan kurang ingat berbagi data dengan share Article ini, sebab sebaik baik manusia merupakan yang berguna untuk manusia, wasallamalaikum warahmatullahi wabarakatuh.

1 Response to "Umat muslim jangan takut berlebihan pada virus corona"

  1. As reported by Stanford Medical, It is really the one and ONLY reason women in this country get to live 10 years longer and weigh on average 19 kilos less than us.

    (And by the way, it is not related to genetics or some secret-exercise and EVERYTHING around "how" they are eating.)

    BTW, I said "HOW", and not "WHAT"...

    Tap this link to uncover if this short quiz can help you release your real weight loss potential

    ReplyDelete

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel