Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, kerja keras apa saja ikhlas dan halal juga menghasilkan, teman seiman yang pada rakhmati Allah, pada kehidupan terdapat banyak cara dan lika-liku, seperti halnya didalam pada zaman waktu ini teknologi berkembang pesat, banyak orang kurang-kurang mencari pekerjaan yang cocok itu terlalu susah & tidak semudah apa yang pada bayangkan, bahkan orang mempuyai bekal ilmu pendidikan tinggi tidak akan sebagai agunan buat mimpi diterima bekerja di perusahaan tersebut.

 kerja keras apa saja ikhlas dan halal juga menghasilkan


Hal ini sudah sangat lumrah sebagai cara yg wajar, pendidikan masih mampu dikalahkan dengan pengalaman, tidak terlalu sedikit orang yg tidak berpendidikan namun memiliki pekerjaan yg tetap, seluruh itu hanya tergantung nasib, semua rezeki jodoh maut sudah diatur sang allah swt, Allah swt tak akan menukar sedikitpun rezki kalian masing-masing, misalnya dalam hadist berikut Allah mengungkapkan didalam firmannya:

وَمَا مِن دَآبَّةٍ فِى ٱلْأَرْضِ إِلَّا عَلَى ٱللَّهِ رِزْقُهَا وَيَعْلَمُ مُسْتَقَرَّهَا وَمُسْتَوْدَعَهَا ۚ كُلٌّ فِى كِتَٰبٍ مُّبِينٍ

"Wa mā min dābbatin fil-arḍi illā 'alallāhi rizquhā wa ya'lamu mustaqarrahā wa mustauda'ahā, kullun fī kitābim mubīn"

"Dan tidak terdapat suatu binatang melata pun pada bumi melainkan Allah-lah yg memberi rezekinya, & Dia mengetahui tempat berdiam hewan itu dan loka penyimpanannya. Semuanya tertulis dalam Kitab yg konkret (Lauh mahfuzh). Quran-surat-hud-ayat-6.

Isi kandungan ayat ini menyebutkan " terdapat makhluk yang hayati pada bumi ini melainkan rezekinya dijamin oleh Allah sebagai wujud kemurahan-Nya kepada makhluk. Dia mengetahui tempat tinggalnya pada bumi dan mengetahui tempat di mana beliau akan mati. Setiap makhluk hidup beserta rezekinya, tempat tinggalnya & matinya semuanya tercatat pada dalam hadist yg jelas, yaitu Lauḥ Maḥfuẓ.

kerja keras apa saja ikhlas dan halal juga menghasilkan

Diambil dari kisah orang yang mempunyai sifat santun dan malu, beliau berceria tentang kehidupan yg di jalani, dia tergolong orang yg bisa dalam masalah materi keuangan bahkan tak kurang contohnya untuk mencukupi biaya hidup sehari-hari, demi anak yg memiliki keinginan tinggi, ia pun rela berkorban demi apa saja menggunakan tujuan asa oleh anak terpenuhi. hasrat oleh anak tidak lain adalah inginnya menjadi seseorang sarjana, yang pada fikirannya memiliki masa depan yg lebih terang, namun pengorbanan orang tua tak sepadan menggunakan yang pada peroleh dari sang anak. Pendidikan tinggi gelarpun ia dapatkan menjadi seorang sarjana, namun nasib tak menghampiri, aneka macam jalan dia tempuh untuk mencari pekerjaan dengan bermodal ijazah sarjana, menelusuri pelosok desa hingga sentra kota, tetapi Allah swt mempunyai Rahasia kepada setiap hambanya, sebagaimana dalam firmannya:

ٱللَّهُ يَبْسُطُ ٱلرِّزْقَ لِمَن يَشَآءُ مِنْ عِبَادِهِۦ وَيَقْدِرُ لَهُۥٓ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ بِكُلِّ شَىْءٍ عَلِيمٌ

"Allāhu yabsuṭur-rizqa limay yasyā`u min 'ibādihī wa yaqdiru lah, innallāha bikulli syai`in 'alīm"

"Allah melapangkan rezeki bagi siapa yang dikehendaki-Nya pada antara hamba-hamba-Nya dan Dia (pula) yg menyempitkan baginya. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala sesuatu. Quran-surat-al-ankabut-ayat-62.

Dalam ayat ini menegaskan "Allah melapangkan rezeki bagi hamba-hamba-Nya yang dikehendaki-Nya, dan menyempitkannya bagi yg dikehendaki-Nya, karena suatu himah yang hanya diketahui sang-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala sesuatu, terdapat sesuatu pun yang luput dari-Nya, maka tidak luput darinya tindakan apa yg baik bagi hamba-hamba-Nya.

Berlarutlah ketika demi waktu dan tahun demi tahun, Ijazah yg beliau miliki tidak ada satupun perusahaan yang enggan menerimannya, hingga akhirnya lisanmu menentukan nasibmu, pengorbanan yg beliau selama ini perjuangan tidaklah peribahasa mengakibatkan yang diarapkan, dukungan orang tua yang memberikan pendidikan tinggi terhadap dirinya, sampai saat ini tak menjadi jaminan.

hingga akhirnya jalan pintas beliau temukan, mungkin menggunakan cara bekerja menjadi berikut, banyak orang memandang tidak sepadan menggunakan gelar dirinya, hidup terasa kocar-kacir serasa nasib yang dia jalani tidak kunjung membaik, berharap gelarnya menjadikan kunci sukses, akan tetapi Allah swt punya rahasia, misalnya yg sebutkan dalam hadsit. Allah Swt berfirman:

إِنَّ رَبَّكَ يَبْسُطُ ٱلرِّزْقَ لِمَن يَشَآءُ وَيَقْدِرُ ۚ إِنَّهُۥ كَانَ بِعِبَادِهِۦ خَبِيرًۢا بَصِيرًا

"Inna rabbaka yabsuṭur-rizqa limay yasyā`u wa yaqdir, innahụ kāna bi'ibādihī khabīram baṣīrā"

"Sesungguhnya Tuhanmu melapangkan rezeki kepada siapa yg Dia kehendaki dan menyempitkannya; sesungguhnya Dia Maha Mengetahui lagi Maha Melihat akan hamba-hamba-Nya. Quran-surat-al-isra-ayat-30.

Dijelaskan pada ayat ini "Sungguh, Tuhanmu melapangkan rezeki bagi siapa saja yg Dia kehendaki, dan menyempitkannya bagi siapa saja yang Dia kehendaki buat suatu hikmah yang besar. Sungguh Dia Maha Mengetahui lagi Melihat hamba-hamba-Nya, nir ada satu urusan mereka yang tersembunyi berdasarkan-Nya, sebagai akibatnya Dia mampu memilih apa saja terhadap urusan mereka sekehendak-Nya.

Demi pengorbanan dan tekad buat membalas budi keluaraga, ia memilih pekerjaan apapun asalkan terdapat hasil dan bisa memberikan nilai balasan materi kepada kelaurga yg selama ini diperjuangkan, hingga akhirnya beliau tetapkan buat berjualan menjadi pedangan asongan, banyak tetangga-tetangga yg mencibir, terhadap dirinya, karna dia memiliki gelar tetapi pekerjaannya yg beliau jalani tak seimbang dengan gelarnya, kesabaran & keimanan terhadap Allah swt tak pernah dia lupakan. tidak ada pekerjan dengan cara bisnis berdagang di larang dalam kepercayaan islam, justru inilah perdagangan itulah yg di anjurkan misalnya yang pada jelaskan dalam ayat-ayat Al quran, dalam hadist berikut Allah swt berfirman:

لَيْسَ عَلَيْكُمْ جُنَاحٌ أَن تَبْتَغُوا۟ فَضْلًا مِّن رَّبِّكُمْ ۚ فَإِذَآ أَفَضْتُم مِّنْ عَرَفَٰتٍ فَٱذْكُرُوا۟ ٱللَّهَ عِندَ ٱلْمَشْعَرِ ٱلْحَرَامِ ۖ وَٱذْكُرُوهُ كَمَا هَدَىٰكُمْ وَإِن كُنتُم مِّن قَبْلِهِۦ لَمِنَ ٱلضَّآلِّينَ

"Laisa 'alaikum junāḥun an tabtagụ faḍlam mir rabbikum, fa iżā afaḍtum min 'arafātin fażkurullāha 'indal-masy'aril-ḥarāmi ważkurụhu kamā hadākum, wa ing kuntum ming qablihī laminaḍ-ḍāllīn"

"Tidak terdapat dosa bagimu buat mencari karunia (rezeki perniagaan) menurut Tuhanmu. Maka apabila engkau sudah bertolak dari 'Arafat, berdzikirlah kepada Allah pada Masy'arilharam. Dan berdzikirlah (menggunakan menyebut) Allah sebagaimana yang ditunjukkan-Nya kepadamu; dan sesungguhnya kamu sebelum itu benar-benar termasuk orang-orang yg sesat. Quran-surat-al-baqarah-ayat-198.

Tafsir dijelaskan "tidak terdapat dosa bagi kalian untuk mencari rezeki yg halal melalui perdagangan dan lain-lain selama melaksanakan ibadah haji. Apabila kalian bertolak menurut Arafah sehabis melaksanakan wukuf pada sana dalam lepas 9 (Zulhijah) menuju Muzdalifah pada malam tanggal 10 Zulhijah, maka berzikirlah pada Allah menggunakan cara membaca tasbih, tahlil dan doa pada Masy'aril Haram di Muzdalifah. Dan berzikirlah pada Allah karena Dia telah menerangkan engkau kepada syi'ar-syi'ar agama-Nya dan tata cara menunaikan ibadah haji di Baitullah, karena sebelum itu kalian termasuk orang-orang yg nir mengetahui syariat-Nya.

Tidaklan kurang-kurang orang memilih atau mencari jenis macam-macam pekerjaan, namun Allah Swt, tak melarangnya selagi pekerjaan itu benar dan halal, Semua itu kita kembalikan kepada ilahi semesta alam yg telah menaruh nikmat sehat, & disertakan bersyukur tidak lupa jua. Jadi pada dasarnya kita menjadi umat, seseorang muslim tak boleh dan di larang pada agama islam jika seseorang menghina atau mengembangkan aib, itu sangat dosa besar, dan Jangan sampai kita suka menganggap hina orang lain, waktu orang lain memiliki pekerjaan yg lebih rendah berdasarkan pekerjaan kita, namun Allah swt telah menentukan jalan Rezki yg beliau dapatkan, & tidaklah akan tertukar sedikitpun, kita bekerja apa saja boleh asal yg tak di larang sang agama islam.

Perumpaan anda bekerja hanya sebagai kuli, apabila anda tidaklah lupa terhadap hadiah Rezki Allah, Allah akan melimpahkan rakhmat dan keberkahanya, pada balik pekerjaan itu banyak sekali mengandung hikmah dan barokah, selagi kita masih bersyukur terhadap Allah ta'ala. Allah selalu memberi pada hambanya yang mau kerja keras & berusaha.

Wallahu a'lam bissowab. jangan lupa berbagi dengan share article ini, lantaran sebaik baik manusia merupakan yg dapat menunjukkan manfaat bagi manusia, wasallamalaikum
Baca Juga

Post a Comment

Previous Post Next Post