Sepucuk surat keluh kesah buat si covid-19 atau virus corona

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, Sepucuk pesan buat sang covid19 ataupun virus corona, hai covid apakah belum bosan tumbuh biak terletak di negara ini, apakah covid tidak merasa kasian, apa memanglah covid lebih bahagia memandang orang yang masih hidup banyak kekurangan serta kelaparan, itu seluruh merupakan ulahmu vid, ulahmu yang sangat lama berkunjung di negara ini, amati noh kelakukanmu meresahkan serta membuat panik umat manuisa, kepanikan seperti itu menjadikan kami memberhentikan seluruh sesauatu kegiatan sedangkan, amati noh masjid- masjid tempat kami bersujud, tempat kami sholat berlindung serta berdoa kepada Allah swt, mengaji, tadarus serta kegiatan ibadah yang lain, yang dahulu cerah benerang serta ramai tiap waktu jam masuk Sholat, lah saat ini gara- gara covid nongol, seluruh kegiatan umat di bumi tersendat.
 Sepucuk surat keluh kesah buat si covid-19 atau virus corona

Belum lagi kegiatan di siang hari yang biasa kami kerjakan, kepasar, kekantor, keproyek, keliling berjualan, tagih utang, rentenir, depcolektor, serta kegiatan yang lain, saat ini negara kami semacam kota mati, hening orang berkegiatan pada biasanya saat sebelum kemunculanmu vid, memanglah covid metode kerjamu membrontak negara kami sangat luar biasa mampu melumpuhkan seluruh umat di bumi.

Sepucuk surat keluh kesah buat si covid-19 atau virus corona

pasar- pasar pusat kota, serta pasar modern hening pembeli serta penjual, nilai bertukar rupiah terhambat gara- gara lu vid, amati noh orang dagang kaki 5 grobagnya pada nganggur di pinggiran, apa gak mikir kasian dapaknya kepada anak serta bini, perhatikan noh penjual- penjual jajanan keliling, klintingan yang umumnya dia tandakan saat ini buat mainan bocah noh ngegletak di samping kontrakan, amati lagi noh kuli- kuli dahulu tiap seminggu pada bisa gajian, sehabis gajian pada kembali ngasih uang bakal bini buat ngecukupi anak- anaknya, lah saat ini kita yang biasa masing- masing hari ngegawe, kuli, orang dagang, serta lain- lain pada diam dirumah, lambat- laun anak bini ingin di kasih makan apa.

Di tahun 2020 ini seluruh suatu yang terdapat dalam unek- unek di hati sudah terwujud, dahulu kami kerja tiap hari berharap banyak menciptakan bertepatan pada merah, terlebih- lebih banyak orang menginginkan bunda kota hening, jalur lengang leluasa hambatan anti kemacetan, eah saat ini bisa terwujud pula, hasil kerja nyata sang covid, kemauan umat di bumi betul- betul terpenuhi sangat luar biasa serta hebat dalam kerjamu vid.

kelakuanmu covid sangat kelewatan di negara ini, kami telah pengin leluasa berkegiatan semacam sebelumnya, kami pengin menikmati di bulan Ramadhan sholat tarawih berjamaah, shubuh berjamaah, tadarus serta masih banyak lagi yang kami rindukan di bulan suci Ramadhan, kami tidak dapat membayangkan covid masih betah, sepinya masjid serta mushola di bulan Ramadhan nantinya bila covid tidak lekas minggat. vid kau dapat bayangkan betapa kami kawatirnya jikalau covid sangat betah, masa hendak tiba di hari raya nanti kita tidak dapat berkumpul bersama saudara serta keluarga- kelaurga tercinta, mari lah vid menyingkirlah dari negara kami ini.

kapan covid berangkat serta membawa seluruh pasukanmu jangan terdapat yang di sisain, kasiani kami umat di bumi, seandainya covid mahluk yang dapat di amati secara jelas mata, tentu kami hadapi dengan peperangan, kami siapkan wujud senjata buat melawanmu, kami telah bosan, kami telah sangat banyak bersabar, hargailah kebosanan kami, hargailah kesabaran kami, covid, dalam sebagian hari hendak tiba bulan yang penuh ampunan bulan penuh keberkahan, bulan maha suci, bertaubatlah kau covid kembalilah ke alammu bila kalian memanglah mahluk Allah swt segeralah dengarkan doa doa kami, namun bila kalian mahluk yang di mengadakan tangan manusia kembalilah kepada orang yang menciptakanmu, apabila butuh kalian boleh membabi buta di negara peciptamu.

Memanglah banyaknya hikmah sehabis covid turun ke bumi, covid sudah kembali menegaskan kami kalau kami sepanjang hidup melupakan kenikmatan pemberian dari Allah swt, kami kurang ingat kepada perintah Allah swt, kurang ingat dengan keimanan, melalikan perintah Allah swt, kurang ingat dengan berkumpulnya keluarga, lupanya ayat- ayat AL quran, lupanya dengan para ulama, lupanya dengan guru- guru yang mendidik mengarahkan budi pekerti, namun apa yang kami kerjakan, cumalah menaikkan dosa serta aib- aib yang kami lakukan, kami berterima kasih vid, kau tiba bawa kami jalur buat menaikkan kekuatan iman kita kepada Allah swt.

kami umat di bumi ini memintamu supaya kau vid kilat berkemas serta berangkat dari negara kami, kami mau negara ini lekas membaik leluasa dari teroris yang bernama virus corona ataupun yang kerap diucap covid-19, mudah- mudahan kau vid mencermati doa doa kami, terima kasih vid kedatanganmu bawa kami teringat kepada Allah swt si pemilik alam jagad.

wallahu alam bissowab. jangan kurang ingat berbagi data dengan share article ini, sebab sebaik baik manusia merupakan yang bisa memberikan khasiat untuk manusia, wasallamalaikum warahmatullahi wabarakatuh. 

0 Response to "Sepucuk surat keluh kesah buat si covid-19 atau virus corona"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel