Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, teman kumpulan ilmu, sisi positif update virus corona pada pandangan islam, segala sesuatu yg terjadi di muka bumi ini, seluruh itu telah sebagai takdir penentu berasal Allâh Subhanahu wa Ta’ala, kita menjadi umat insan yg lemah hanya bisa serta berpasrah atas kehendaknya, Wallahu A'lam.

 sisi positif update virus corona dalam pandangan islam

Virus corona, berasal berbagai cara pencegahanya, pemerintah melakukan aktivitas menggunakan cara apapun yg dilakukan, hingga waktu ini endemi tadi belum pula bisa di taklukan, Wallahu A'lam, seluruh itu telah dikehendaki, menjadi umat insan berpeganglah menggunakan keimanan dan  ketaqwaan terhadap Allâh Subhanahu wa Ta’ala penguasa alam, kita hanya mampu melakukan berikhtiar menggunakan membaca lantunan ayat-ayat Al quran serta berdoa supaya pandemi yg ketika ini sedang menyerang semoga Allâh Subhanahu wa Ta’ala segera sirnakan amin.

yg paling pertama kita menghadapi musibah ini, anjuran pemerintah yg wajib  kita terapkan, sebagian hadist Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam, pula menganjurkan pada umatnya, ketika menghadapi endemi yang menular pada anjurkan agar umatnya beranjak kebukit-bukit, akan tetapi di zaman umat insan ketika ini, kita di isolasi buat tak keluar tempat tinggal   atau berdiam diri, jangan keluar tempat tinggal   Bila tak terdapat kepentingan mendesak.

sisi positif update virus corona dalam pandangan islam

dampak berasal pandemi tadi segala sesuatu aktifitas umat pada bumi ini nonaktif, menggunakan adanya berlakukan Lockdown, sisi baiknya supaya penyebaranya bisa mengurangi nomor  terjangkitnya virus tadi, namun pemerintah melakukan keputusan memberlakukan lockdown, di biasanya nomor  pengangguran bertambah, nasib mereka orang-orang yg mencari nafkah menggunakan honor  harian secara terlihat terputus, nasib anak serta istri pun ikut mencicipi pahitnya ganjaran berasal pandemi tadi. Wallhu A'lam, di waktu ini hanya mampu berpasarah pada penguasa alam yaitu Allâh Subhanahu wa Ta’ala.

tentu dari hal tersebut yang dilakukan akan lebih baik, peneyebarannya akan berkurang, di karenakan hubungan fisik terhadap sesama manusia yg lain berkurang. tidak terdapat pada global ini yang terjadi secara kebetulan. semua terdapat Tujuan dan  hikmahnya, Inilah nasihat di kembali pandemik Corona.

Corona menutup bar, klub malam, rumah bordil, kasino serta daerah orang-orang berbuat maksiat. Corona menurunkan suku bunga bank yg mencekik leher,  Corona membawa keluarga kembali ke dalam tempat tinggal   serta melakukan aktivitas rumah beserta, Corona memindahkan alokasi aturan militer menjadi anggaran perawatan kesehatan, Corona melemahkan para diktator dunia yang selama ini sombong luar biasa, Corona membungkam kesombongan negara yang menganggap dirinya paling hebat dan  tidak terkalahkan, Wallahu A'lam.

Corona membentuk insan banyak berdoa dan  berharap di-Nya Allâh Subhanahu wa Ta’ala, dan  tak semata-mata mengandalkan sains dan  teknologi, Corona memaksa negara memperhatikan rakyatnya, Corona mengajarkan cara bersin, menguap, dan  batuk yg baik dan  benar, Corona membentuk kita tinggal pada rumah serta hidup sederhana, Corona mengajarkan bagaimana virus mungil yang berukuran 150 nano mampu mengalahkan tujuh milyar insan yang hidup pada bumi yg luasnya ratusan juta hektar, SUBHANALLAH.

Corona memberi kesempatan pada kita buat menyadari bahwa kematian itu konkret serta dekat dengan kita, Corona mengajari kita agar tidak jajan serta makan asal-asalan pada luar, Corona membangunkan kita pada kenyataan dan  memberi kita kesempatan untuk meminta pengampunan serta pertolongan-Nya, Yaitu Allâh Subhanahu wa Ta’ala, Corona menyadarkan kita bahwa apa yg kita miliki adalah milik Allâh Subhanahu wa Ta’ala, yg mampu diambil kapan saja. Percayalah Allâh Subhanahu wa Ta’ala, menurunkan sesuatu dengan pesan tersirat, terdapat pelajaran besar  pada hal ini bagi mereka yg arif hanya kepadaNya.

Ketahuliah wahai orang-orang yang beriman, bahwa Allâh Subhanahu wa Ta’ala, menurunkan endemi itu semua hanya bentuk cobaan serta ujian, Allâh Subhanahu wa Ta’ala, menguji kita seberapa jauh kedekatan kita kepada Allah, seberapa dekat keimanan kita, seberapa dekat dengan ayat-ayat Al quran, seberapa dekat mengenal Rasul dan  para sahabatnya, seberapa dekat dengan imam kita, seberapa dekat kepada guru-guru yg mendidik mangajarkan ilmu akhlak serta aqidah, seberapa dekat dengan keluarga, anak-anak serta istri kita, asal hal ini kita harus bersyukur, dari wabah ini kita semua bisa sadar, bahwa apa yang kita lalaikan selama ini, disuatu ketika akan mendapatkan teguran, teguran itulah tiba di waktu ini sedang pada alami, Wallahu A'lam.

asal Abu Yahya Suhaib bin Sinan Radhiyallahu anhu beliau berkata: Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

عَجَبًا لِأَمْرِ الْمُؤْمِنِ إِنَّ أَمْرَهُ كُلَّهُ خَيْرٌ، وَلَيْسَ ذَاكَ لِأَحَدٍ إِلاَّ لِلْمُؤْمِنِ  إِنْ أَصَابَتْهُ سَرَّاءُ شَكَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ، وَإِنْ أَصَابَتْهُ ضَرَّاءُ صَبَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ

"sungguh menakjubkan urusan seseorang Mukmin. sungguh seluruh urusannya adalah baik, dan  yg demikian itu tidak dimiliki oleh siapa pun kecuali oleh orang Mukmin, yaitu Jika dia mendapatkan kegembiraan beliau bersyukur serta itu suatu kebaikan baginya. serta Bila ia mendapat kesusahan, ia bersabar dan  itu pun suatu kebaikan baginya".{Hadits riwayatkan Muslim}.

Sesungguhnya Allâh Subhanahu wa Ta’ala, tidak memutuskan sesuatu, baik itu taqdir kauni atau syar’i, melainkan di dalamnya terkandung kebaikan serta rahmat bagi para hamba-Nya. pada dalam cobaan, ujian, musibah, petaka, kesulitan, kefakiran, penyakit, dan  kematian, semua ini terkandung pesan yang tersirat yg amat besar  yang tidak mungkin mampu dinalar sang logika insan.

Ibnul Qayyim rahimahullah berkata, “seandainya kita mampu menggali pesan yang tersirat Allâh Subhanahu wa Ta’ala, yang terkandung pada kreasi dan  urusan-Nya, maka tidak kurang asal ribuan pesan yang tersirat. namun logika kita sangat terbatas, pengetahuan kita terlalu sedikit, serta ilmu semua makhluk akan sia-sia (tidak ada adalah) Jika dibandingkan menggunakan ilmu Allâh Subhanahu wa Ta’ala, sebagaimana sinar lampu yg sia-sia (tidak terdapat ialah) pada bawah sinar mentari . dan  ini pun hanya gambaran saja, yg sebenarnya tentu lebih berasal sekedar gambaran ini.” aneka macam cobaan, ujian, penderitaan, penyakit, kesulitan, dan  kesengsaraan memiliki manfaat dan  pesan yang tersirat yang sangat poly.

dalam hadist berikut, Nabi Muhmmad Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

إِنْ أَصَابَتْهُ سَرَّاءُ شَكَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ، وَإِنْ أَصَابَتْهُ ضَرَّاءُ صَبَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ

"Jika beliau menerima kegembiraan dia bersyukur serta itu suatu kebaikan baginya. serta Bila ia mendapat kesusahan, beliau bersabar serta itu pun suatu kebaikan baginya".

"Allâh Subhanahu wa Ta’ala, menciptakan makhluk-Nya buat memberikan cobaan dan  ujian, lalu dia menuntut konsekuensi asal kesenangan, yaitu bersyukur serta konsekuensi berasal kesusahan, yaitu sabar. Bila seseorang benar-sahih beriman, maka segala urusannya merupakan kebaikan. Bila ia mendapat kesenangan, dia bersyukur dan  waktu susah dia bersabar. {Quran Surat Ali ‘Imran Ayat 200}.

pada ayat tadi menyebutkan "Wahai orang-orang yg beriman kepada Allah dan  mengikuti rasul-Nya, bersabarlah kalian terhadap beban-beban syariat (agama) dan  musibah-musibah dunia yg menimpa kalian. serta kalahkanlah orang-orang kafir pada hal kesabaran. Jangan sampai mereka lebih tabah dari kalian. Tegakkanlah jihad di jalan Allah. serta takutlah kalian kepada Allah dengan cara menjalankan perintah-perintah-Nya serta menjauhi larangan-Nya, agar kalian mendapatkan apa yg kalian harapkan. Yaitu selamat dari Neraka dan  masuk ke pada surga .

berbagai pada dalam Ayat-Ayat Al quran menunjukan yg menunjukkan bahwa musibah, penderitaan, penyakit dan  kematian itu ialah hal yg lazim bagi insan. serta semua itu absolut akan menimpa mereka, untuk mewujudkan peribadahan pada Allâh Subhanahu wa Ta’ala.

Allâh Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

وَلَنَبْلُوَنَّكُم بِشَىْءٍ مِّنَ ٱلْخَوْفِ وَٱلْجُوعِ وَنَقْصٍ مِّنَ ٱلْأَمْوَٰلِ وَٱلْأَنفُسِ وَٱلثَّمَرَٰتِ ۗ وَبَشِّرِ ٱلصَّٰبِرِينَ

"Wa lanabluwannakum bisyai`im minal-khaufi wal-jụ'i wa naqṣim minal-amwāli wal-anfusi waṡ-ṡamarāt, wa basysyiriṣ-ṣābirīn"

"dan  sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, menggunakan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan  buah-buahan. serta berikanlah isu gembira kepada orang-orang yg sabar". {Quran Surat Al-Baqarah Ayat 155}.

dalam isi kandungan ayat ini menegaskan "sungguh Kami benar-benar akan menguji kalian menggunakan aneka musibah. Yakni dengan sedikit rasa takut pada musuh, rasa lapar sebab kekurangan makanan, kekurangan harta benda sebab hilang atau sulit mendapatkannya, berkurangnya jiwa dampak mala yg menelan korban jiwa atau gugur pada medan jihad fi sabilillah, dan  berkurangnya buah-buahan yg tumbuh di muka bumi. serta berikanlah -wahai Nabi- fakta gembira kepada orang-orang yg tabah menghadapi musibah tadi, bahwa mereka akan menerima sesuatu yang menyenangkan hati mereka di dunia serta pada akhirat.

sabar artinya ibadah yang sangat mulia. seorang meraih pahala dan  surga  dengan tabah. sabar bukan berarti pasrah, akan tetapi tabah artinya berjuang melawan wabah tersebut, buat melaksanakan ketaatan kepada Allâh Subhanahu wa Ta’ala. strata ujian serta musibah yang menimpa manusia  tergantung kepada kehendak Allâh yang Maha Mengetahui, Maha Penyayang dan  Maha Bijaksana. Peringatan buat selalu husnuz zhann (berprasangka baik) pada Allâh dalam takdir (ketentuan)-Nya yg pahit bagi kita. Terkadang seseorang tidak menyukai sesuatu padahal itu baik baginya, kebalikannya terkadang seseorang itu menyukai sesuatu padahal itu jelek baginya. indikasi yang menunjukkan Allâh menyayangi hamba-Nya, ialah Allâh Subhanahu wa Ta’ala menyampaikan ujian dan  cobaan (mirip musibah serta yang lainnya) kepadanya. Penetapan adanya nasihat bagi Allâh Subhanahu wa Ta’ala, pada perbuatan-perbuatan-Nya. Balasan (baik dan  buruk ) diubahsuaikan dengan amalan seorang. Dorongan buat bersabar atas musibah yg menimpa, karena mampu jadi musibah itu ialah indikasi kecintaan Allâh Subhanahu wa Ta’ala, serta semakin akbar musibah yg menimpa, maka semakin besar  juga ganjarannya. seluruh perkara kehidupan seseorang mukmin artinya baik. Pahala untuknya di sisi Allâh Subhanahu wa Ta’ala, yang tampak olehnya buruk  maupun baik.

Wallahu A'lam, teman gugusan ilmu, nah itulah penerangan tentang endemi, musibah atau penyakit yg menimpa seorang hamba, itu mampu sebagai sebab diampuninya kesalahan-kesalahan yang pernah dia lakukan menggunakan hati, telinga, penglihatan, verbal (lisan), dan  dengan semua anggota tubuhnya. serta terkadang penyakit itu pula adalah eksekusi dari suatu dosa yang pernah dilakukan seorang.

ingat membuatkan info menggunakan share article ini, sebab sebaik baik manusia artinya yang bisa membagikan manfaat bagi manusia, wasallamalaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Baca Juga

Post a Comment

Previous Post Next Post