Manakah yang lebih baik? miskin yang tabah ataukah kaya yang bersyukur

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, teman kumpulan ilmu, tiap gerak langkah, serta tingkah kita tetap terdapat pedomannya, walaupun hidup, mempunyai banyak masalah yang sangat kecil bila ditatap, tetapi hati senantiasa bahagia, dengan tiap landasan yang diberikan oleh si maha pencipta, ialah Allah subhanahu wa taala.

terkadang terdapat seorang, yang diberi nikmat harta tetapi tidak mempunyai nikmat sehat, ia tidak dapat menikmati hartanya, sebab sakit sakitan, kebalikannya, terdapat yang diberi nikmat sehat wal- afiyat tetapi tidak berharta, kala ia menginginkan buat menikmati banyak perihal, tetapi tidak dapat terwujud.

islam merupakan agama yang memegang totalitas kehidupan umat terdapat di bumi, tiap orang tentu memikul beban hidup masing-masing, betapa mulianya hati kita ataupun seberapa tingginya keimanan diri kita merupakan suatu yang mustahil kita bisa memikul beban hidup orang lain, apalagi tercantum beban anak kandung, istri ataupun suami ataupun orang tua kita.

bisa jadi sempat melihat betapa menderitanya orang orang yang kita sayangi bilamana membolehkan, dengan setulus hati mau kita menggantikannya, kita ikhlas buat menanggung derita, anak, istri, ataupun suami, serta orang tua kita, namun perihal itu cuma tinggal hasrat hati kita saja.

dalam langkah panjang sejarah kehidupan umat manusia, allah sudah mencipatakan 2 tipe manusia, supaya dapat kita peruntukan panutan untuk umat generasi selanjutnya. allah mengadakan nabi ayub selaku wujud yang diketahui sangat penyabar, di tengah ujian dan cobaan sangat berat yang dia dapatkan.

Manakah yang lebih baik? miskin yang tabah ataukah kaya yang bersyukur

Allah subhanahu wa ta'ala berikan cobaan begitu berat kepada nabi ayub, dia memperoleh kedua duanya, dia mengidap kemiskinan yang sangat parah, serta sakit raga yang pula sangat mengenaskan.

bencana sakit yang dia derita, arti azab, bencana yang membersihakn seluruh harta serta anaknya, tadinya, nabi ayub merupakan oang sholeh yang sangat kaya, hartanya melimpah serta mempunyai banyak anak, allah mengujinya, dengan membalik keadaannya, hebatnya, datangnya seluruh ujian dan cobaan itu terjalin dalam waktu yang sangat pendek, seluruh anaknya diambil berikut harta bendanya.

  • Allah subhanahu wa ta'ala berfirman:

" serta ingatlah hendak hamba kami ayyub kala dia menyeru tuhan- nya:" sebetulnya saya diganggu syaitan dengan kepayahan serta siksaan".( Quran surat Shad Ayat 41)

isi ayat ini menegaskan" ingatlah pula( wahai rasul) hamba kami ayyub, dikala ia berdoa kepada tuhannya,” setan sudah membuatku sulit serta letih. dan menyakiti tubuh, harta serta keluargaku.”

ketetapan sunnatullah, ketetapan allah yang butuh diterima, walaupun bagaimanapun, seorang yang diuji, sepatutnya butuh sabar dengan bermacam ujian dan cobaan, Kemiskinan, kekayaan, kesakitan, kehabisan harta, kematian serta sebagainya, kerana Allah lebih berhak terhadap diri kita.

bila kita disodori 2 opsi, jujur saja, hendak banyak diatara kita yang mengambil opsi kedua, kaya yang bersyukur, sebab secara naluri, kita lebih siap buat menikmati kekayaan dari pada mengidap kemiskinan.

rukun iman yang 6 telah kita tahu serta butuh diyakinkan, menarik buat masalah yang keenam ialah yakin kepada qhoda serta qhodar ataupun dengan kata lain yakin kepada apa yang allah subhanahu wa ta'ala tentukan, hidup memanglah terdapat cobaan, paling utama kepada orang yang beriman, tentu hendak diuji.

  • dalam firman Allah subhanahu wa ta'ala:

" apakah manusia itu mengira kalau mereka dibiarkan( saja) berkata:" Kami sudah beriman", lagi mereka tidak diuji lagi.( Quran surat AL Ankabut Ayat 2)

dalam isi ayat berikut menarangkan" apakah manusia menyangka kala mereka berkata,“ Kami beriman,” kalau sebetulnya allah hendak membiarkan mereka tanpa cobaan serta ujian.

seluruh yang kita miliki dikala ini, merupakan pinjaman, yakinlah kita bahawa allah maha mengenali serta maha penyayang, semestinya dia tidak hendak membebankan hamba- nya dengan ujian dan cobaan yang tidak sanggup dipikul oleh hamba- nya.

ujian serta cobaan, seluruh itu merupakan wujud tahapan keimanan kita, serta kesanggupan yang terdapat pada kita, allah subhanahu wa taala tentu menguji dengan sesi yang cocok, dengan keimanan masing masing.

  • dalam ayat berikut Allah subhanahu wa ta'ala berfirman:

"Allah tidak membebani seorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. dia menemukan pahala( dari kebajikan) yang diusahakannya serta dia menemukan siksa( dari kejahatan) yang dikerjakannya.( mereka berdoa):" ya tuhan kami, janganlah engkau hukum kami bila kami kurang ingat ataupun kami tersalah. ya tuhan kami, janganlah engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana engkau bebankan kepada orang- orang saat sebelum kami. ya tuhan kami, janganlah engkau pikulkan kepada kami apa yang tidak mampu kami memikulnya. beri maaflah kami; ampunilah kami; serta rahmatilah kami. engkaulah penolong kami, hingga tolonglah kami terhadap kalangan yang kafir".( Qur'an surat Al- Baqarah Ayat 286)

isi ayat berikut menerangkan," ajaran agama allah itu gampang, tidak terdapat faktor kesusahan di dalamnya. allah tidak menuntut dari hamba- hambanya suatu yang tidak mereka sanggupi. barangsiapa yang mengerjakan kebajikan, hingga hendak mendapatkan ganjaran baik, serta barangsiapa yang berbuat keburukan, hingga hendak mendapatkan balasan yang kurang baik. wahai tuhan kami, jangan engkau menyiksa kami bila kami kurang ingat terhadap suatu yang engkau wajibkan atas kami ataupun kami berbuat salah dengan melaksanakan suatu yang engkau larang buat dikerjakan. wahai tuhan kami janganlah engkau bebani kami dengan amalan- amalan yang berat yang sudah engkau bebankan kepada umat- umat yang berbuat maksiat saat sebelum kami selaku hukuman untuk mereka. wahai tuhan kami, janganlah engkau membebankan kepada kami masalah yang kami tidak sanggup memikulnya, baik dalam wujud wujud perintah- perintah syariat serta bencana bencana. serta hapuskanlah dosa- dosa kami serta tutuplah kekurangan- kekurangan kami serta sudilah berbuat baik kepada kami. engkau merupakan penguasa urusan kami serta pengaturnya. hingga tolonglah kami mengalami orang orang yang mengingkari agamamu serta mengingkari ke esaanmu dan mendustakan nabimu, muhammad sholallohu alaihi wasallam, serta jadikanlah kesudahan yang baik untuk kami di hadapan mereka di dunia serta akhirat.

sahabat seiman. kembalilah kita tersenyum serta sabar, dengan apa yang sudah di bagikan oleh allah subhanahu wa taala lewat wujud ujian serta cobaan. bila kita ungkapan itu, memanglah masih banyak orang yang susah buat semata- mata tersenyum serta membagikan kebahagiaan pada diri kita serta orang lain. dengan demikian, selaku orang muslim jangan ragu buat menerima serta membagikan senyuman kepada orang lain supaya lenyap duka nestapa serta senantiasa terjalin ukhuwah.

wallahualam, memanglah benar, lidah berdialog lantang belum pasti sendi bergerak lincah, bisa jadi kami sedikit kurang indah buat berbahasa, tetapi kepercayaan kami senantiasa pada kalamullah yang tiada setara indah bahasanya. bukakanlah selaput kalbu di hati, supaya kunang- kunang singgah ke mari, cahaya sinar hendak kembali lagi.

sahabat kumpulan ilmu, jangan kurang ingat berbagi inforamasi menarik supaya orang lain mengenali apa yang kalian tahu, wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

0 Response to "Manakah yang lebih baik? miskin yang tabah ataukah kaya yang bersyukur"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Sholawat Alfa shollâAllâhu

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

close