sempatkah kita memandang orang yang bekerja keras mati-matian demi mengejar harta benda keduniaan

assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh sahabat kumpulan ilmu, pada pertemuan kali ini admin sedikit menjelaskan bagaimana kita hidup memiliki tujuan awal dan akhir, untuk itu anda perlu memahami,  kita hidup di dunia serta banyak memandang serta pasti banyak belajar dari dunia dekat. sangat menarik, gimana seseorang manusia memandang kehidupan, cobalah sejenak buat merenung. tiap hari, kita disibukkan dengan kemegahan dunia, sementara itu sesuatu yang betul- betul hendak kita tinggalkan dengan begitu saja.

sempatkah kita memandang orang yang bekerja keras mati-matian demi mengejar harta benda keduniaan


kerapkali, kita lalai mengingat akhirat, sementara itu sesuatu dikala betul- betul hendak kita jumpai serta kita datangi nanti di hari kiamat. Tiap waktu di dalam, benak kita sangat padat memikirkan kebutuhan dunia cuma buat kepentingan diri sendiri yang pada akhirnya membuat kita lupa dari hukum-hukum wajib, sampai tidak pernah ingat buat bersedekah kepada orang yang lebih memerlukan. hidup tanpa berpedoman al- quran serta hadist, bukan tidak bisa jadi pada kesimpulannya pasti akan terjebak pada benak serta hawa nafsu keduniaan"

sampai tidak pernah ingat buat sholat serta beramal serta menghamba pada- nya. sementara itu, Allah merupakan pencipta dan pemilik segala- nya. apalagi, sholat saja apabila betul- betul khusyuk, tidak menghabiskan waktu yang sangat lama dan itu juga tidak mengurangi kerugian. Allah tidak menuntut kita sholat setengah hari. lalu kenapa kita senantiasa saja berat buat melaksanakannya.

Apabila ada orientasi yang kurang pas, kesimpulannya, bukan kepuasan yang didapatkan, melainkan kecemasan. kecemasan mencuat sebab hati terpaut kehendak dunia. seseorang pembisnis yang mencapai omset sampai miliaran rupiah, begitu takut sebab takut pesaingnya sanggup buat menjatuhkannya, naudzubillaahi min dzaalik.

Namun di sisi lain, masih banyak seorang yang begitu tenang hidupnya walaupun pemasukan tiap harinya cuma memperoleh duit puluh ribuan. Banyak orang menyangka orang yang memiliki jabatan besar, berprestasi, terkenal, kaya raya, serta sebagainya, hingga dialah yang sukses, sementara itu belum pasti.

Kerapkali kita, terjebak evaluasi kesuksesan seorang pada keduniaan saja, apakah Allah merahmati, ridho ataupun murka pada ia, wallahu alam, cuma Allah lah yang tau. bukan berarti kita tidak boleh bekerja, bukan berarti kita tidak boleh menginginkan dunia. namun, gimana kita menjadikan kegiatan kita di dunia berorientasi akhirat, Apapun itu, Sehingga, sukses serta kandas seluruh diserahkan pada Allah..

Sebagian orang kerap berkata begini," kejarlah dunia, tetapi jangan lupakan agama( akhirat), Jika kita menelaahnya, kalimat tersebut menampilkan kalau, yang dikejar utamanya merupakan suatu yang bertabiat duniawi( peran, status sosial, popularitas, kekayaan, jabatan, serta lain sebagainya) sehabis itu baru agama( akhirat). Sementara itu, lapisan kalimat di dalam Al- Quran ada banyak sekali yang menerangkan semacam yang di jelaskan di dalam ayat tersebut :

Allah subhanahu wataala berfirman:

  • Serta carilah pada apa yang sudah dianugerahkan Allah kepadamu( kebahagiaan) dunia akhirat, serta janganlah kalian melupakan kebahagianmu dari( kenikmatan) duniawi, serta berbuat baiklah( kepada orang lain) sebagaimana Allah sudah berbuat baik, kepadamu, serta janganlah kalian berbuat kehancuran di muka bumi, Sebetulnya Allah tidak menggemari orang- orang yang berbuat kehancuran.( Quran- surat Al- Qashash ayat 77)

Isi dalam ayat ini menegaskan," Serta carilah pahala negara akhirat pada apa yang Allah bagikan kepadamu berbentuk harta barang, dengan mengamalkan ketaatan kepada Allah lewat harta itu di dunia ini. Serta janganlah kalian lupakan bagianmu dari dunia dengan jalur berhura- hura di dunia ini dengan hal- hal yang halal, tanpa kelewatan. Serta berbuat baiklah kepada orang- orang dengan membagikan sedekah, sebagaimana Allah sudah berbuat baik kepadamu dengan( membagikan) harta yang banyak. Serta janganlah kalian mencari apa yang diharamkan oleh Allah berbentuk aksi berbuat kehancuran di muka bumi serta penganiayaan terhadap kaummu. Sebetulnya Allah tidak menggemari orang- orang yang berbuat kehancuran serta Ia hendak membalas mereka atas amal perbuatan kurang baik mereka.

Lapisan kalimat dalam ayat Al- Quran di atas menampilkan, kalau kita hidup di dunia diberi anugerah( ilmu, keahlian, harta, serta lain sebagainya) buat mengutamakan mengejar akhirat, hidup buat Allah, barulah sehabis itu dikatakan jangan lupakan kebahagiaan dunia. dalam perenungan ini, nyatanya yang beresiko merupakan jebakan dunia( sebab tipu setan). kita kerap memperhitungkan kesuksesan dari duniawi. Mudah- mudahan Allah melindungi kita dari jebakan- jebakan dunia yang membuat kita kurang ingat pada hakikat hidup yang sesungguhnya. pada ayat ini Allah Subhanahu wataala berfirman:

  • Serta memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka- sangkanya. Serta barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah tentu Allah hendak mencukupkan( keperluannya. Sebetulnya Allah melakukan urusan yang( dikehendaki Nya. Sebetulnya Allah sudah mengadakan syarat untuk masing- masing suatu.( quran- surat- at- talaq- ayat- 3)

Isi Ayat ini?" Serta memberinya rezeki dari arah yang tidak terdetik di dalam hatinya serta tidak terdapat dalam perhitungannya. Barangsiapa bersandar kepada Allah dalam seluruh urusannya, hingga Allah hendak memadai kebutuhannya. Sebetulnya Allah melakukan urusan- Nya, tidak lemah buat berbuat suatu serta tidak terdapat suatu yang luput dari- Nya. Allah telah membuat batas buat seluruh suatu yang hendak berakhir pada batasnya. Kesulitan terdapat batasnya, kesenangan terdapat batasnya, tiap- tiap dari keduanya tidak kekal mengenai manusia.

Mengejar dunia selaku tujuan awal sangat merugikan, kita disarankan mengejar akhirat selaku tujuan akhir. Kejarlah akhirat, hingga dunia hendak kalian genggam dengan gampang. Seluruh urusan dunia hendak dimudahkan oleh Allah Subhanahu wataala kala tujuan kita buat mengejar akhirat, sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu alaihi wasallam:

  • Barangsiapa menjadikan dunia selaku tujuan utamanya, hingga Allah hendak cerai beraikan urusannya, kemudian Allah hendak peruntukan kefakiran senantiasa menghantuinya, serta rezeki duniawi tidak hendak tiba kepadanya kecuali cuma cocok yang sudah ditakdirkan saja. Sebaliknya, barangsiapa yang menjadikan akhirat selaku puncak cita- citanya, hingga Allah hendak ringankan urusannya, kemudian Allah isi hatinya dengan kecukupan, serta rezeki duniawi mendatanginya sementara itu dia tidak memohon.( Hadist Riwayat Baihaqi serta Ibnu Hibban)

sahabat se iman, sempatkah kita memandang orang yang bekerja keras mati- matian demi mengejar harta barang keduniaan, tetapi malah keletihan, serta tidak kunjung membaik nasibnya? Sedangkan di tempat yang berbeda terdapat orang yang tidak ambisius terhadap dunia tetapi malah seakan harta serta peran mengejar dirinya, berlimpah harta serta dihormati orang.

perihal yang demikian tidaklah suatu yang aneh. Karena, seluruh suatu di dunia ini terletak dalam pengaturan Allah. Tidak terdapat yang luput dari aturan- Nya. Serta aturan- aturan Allah itu terangkum dalam Al- Quran serta Hadist. Salah satu di antara sekian ketentuan yang Allah tetapkan merupakan Hadist Qudsi.

Allah subhanahu wataala berfirman:

  • Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik pria ataupun wanita dalam kondisi beriman, hingga sebetulnya hendak Kami bagikan kepadanya kehidupan yang baik serta sebetulnya hendak Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang sudah mereka kerjakan.( Quran surat An- Nahl Ayat 97)

Ayat ini menerangkan," Barangsiapa mengerjakan amal shalih, baik lelaki ataupun wanita, lagi dia beriman kepada Allah serta rasulNya, hingga Kami hendak beri ia kehidupan senang serta tentram di dunia, meski ia tidak banyak mempunyai harta, serta kami betul- betul hendak membagikan balasan pahala untuk mereka di akhirat dengan balasan yang lebih baik dari apa yang mereka perbuat di dunia.

Kehidupan yang baik ini, berbentuk kemudahan rezeki, ataupun kelapangan hati buat senantiasa qonaah atas pemberian Allah, ataupun mudahnya hati buat mengerjakan ketaatan kepada Allah. kehidupan yang baik selaku kehidupan di surga.

Bandingkan dengan orang- orang yang kehidupannya sekedar buat mengejar dunia. Mereka dilanda keletihan. Di kala mereka mempunyai banyak harta, mereka tidak mempunyai waktu buat diri mereka, buat keluarga, buat warga, apa lagi waktu buat agama Allah. Waktunya tersia- sia oleh keletihan mengejar dunia.

sahabat kumpulan ilmu, daripada kita hadapi 2 kerugian akibat mengejar dunia, ialah kehabisan pahala akhirat sekalian keletihan mengejar dunia yang tidak kunjung bisa, sangat lebih baik kita mendapatkan 2 keuntungan, ialah memperoleh akhirat serta dikejar oleh rizki duniawi.

Wallahu a'lam, dari kesimpulan inilah kita dapat belajar bagaimana kita selalu bersyukur dan mengingat apa yang di berikan oleh Allah kepada kita, semoga sahabat kumpulan ilmu menjadi orang-orang yang di rahmati oleh Allah subhanahu wa'ta'ala. Jangan lupa, berbagi informasi manfaat, bagikan article ini melalui sosial media yang kalian miliki, terima kasih Wassalamu'alaikum warahmatu'llahi wabarakatuh

0 Response to "sempatkah kita memandang orang yang bekerja keras mati-matian demi mengejar harta benda keduniaan"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Sholawat Alfa shollâAllâhu

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

close