-->

senang serta celakanya seorang, mayoritas didetetapkan oleh lidahnya

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, teman kumpulan ilmu. dapatkah kita menghitung tiap kata yang keluar dari mulut kita? bisa jadi dapat-dapat saja jika memanglah itu hasrat di hati, mengingat tiap kata yang terucap? melindungi lisan ialah suatu keharusan, sebab lisan, hendak jadi suatu perkataan yang keluar dari mulut kita, dapat saja jadi boomerang buat kita.

apapun yang kita ucapkan, seluruhnya hendak dicatat oleh malaikat yang bertugas buat itu, sehingga dalam perihal ini keselamatan diri kita ataupun manusia dapat bergantung pada lisannya.

senang serta celakanya seorang

lidah tidak bertulang hingga lidah gampang sekali buat digerakkan, baik dalam berdialog perihal-perihal kebaikan, ataupun berdialog dalam perihal kejahatan, jika kita berdialog menimpa kebaikan, hingga kita merupakan orang yang beruntung, serta kita hendak memperoleh sahabat yang banyak, jika kita berdialog menimpa perihal kejahatan, berdialog serta mengatakan bohong, hingga kita tentu tidak menemukan sahabat yang banyak.

dari seluruh perkataan yang keluar dari mulut kita, dapatkah kita memperkirakan yang lebih banyak keluar dari mulut itu kebaikankah? ataupun malah keburukan? pantaslah apabila kita renungi tiap perkataan yang keluar dari mulut kita, apalagi telah semestinya kita berhati-hati pada mulut yang memanglah tidak bertulang, tetapi tajamnya dapat lebih dari pedang, melukai apalagi menewaskan.

sebagaimana dijelaksan dalam AL Qur'an, allah subhanahu wa taala berfirman. 

" tiada sesuatu ucapanpun yang diucapkannya melainkan terdapat di dekatnya malaikat pengawas yang senantiasa muncul. ( Qur'an surat qaf ayat 18 ).

seorang tidak menghasilkan perkata serta berdialog, kecuali di sisinya terdapat malaikat yang mengawasi perkataannya serta menulisnya, malaikat yang senantiasa muncul serta disiapkan buat melaksanakan itu.

banyak sekali, orang yang senantiasa mengucapkan kata-kata yang kurang baik, takutnya, kata-kata yang keluar dari lisan kita dapat membuat sakit hati orang, serta sehingga orang tersebut mendoakan kita dengan tidak baik.

memanglah benar, bila kita asal mengucap, yang terutama keluar saja tanpa memikirkan kalau perkataan yang keluar dari lisan kita ini, dapat menyakiti lawan berdialog kita.

kita harus akui bersama, kalau kerap kali kata-kata yang keluar dari mulut kita ini, susah terkendali, terlebih lagi kelompok seorang yang suka berkumpul, lebih dari 2 orang, sanggup menghabiskan waktu berjam-jam, buat silih mengatakan kata, mulai dari silih bertukar cerita, hingga menggambarkan kebaikan maupun keburukan orang lain.

perihal ini sebagaimana dengan firman allah subhanahu wa taala.

" hai orang- orang yang beriman jauhilah mayoritas purba- sangka( kecurigaan), sebab sebagian dari purba- sangka itu dosa, serta janganlah mencari- cari keburukan orang serta janganlah menggunjingkan satu sama lain. apakah ada seseorang diantara kalian yang suka memakan daging saudaranya yang telah mati? hingga tentulah kalian merasa jijik kepadanya. serta bertakwalah kepada allah. sebetulnya allah maha penerima taubat lagi maha penyayang. ( Qur'an surat Al- hujurat ayat 12 ).

renungi ayat ini dengan hati serta benak kita, yang merindukan kebaikan senantiasa bahwasanya, seluruh perkataan baik ataupun kurang baik, sudah terekam serta nanti hendak diputar rekamananya di hadapan allah subhanahu wa taala, kita hendak melihat sendiri, tiap kata yang terlontar dari mulut, nyatanya kita hendak ditanya mengapa kita berkata ini serta itu? begitu mudahnya kita berkata- kata, hendak namun tidak semudah mempertanggungjawabkan seluruhnya.

allah subhanahu wa taala, kembali menarangkan lewat ayat berikut.

" serta janganlah kalian menjajaki apa yang kalian tidak memiliki pengetahuan tentangnya, sebetulnya rungu? penglihatan, serta hati? seluruhnya itu hendak dimohon pertanggungan jawabnya. ( Qur'an surat Al- Isra Ayat 36 ).

kita manusia memanglah tidak luput dari dosa, namun telah jadi kewajiban kita, buat melindungi diri kita dari panasnya api neraka, dengan melindungi lisan sebagaimana yang dikatakan nabi tercinta, muhammad shallallahu alaihi wasallam.

rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda.

" sebetulnya terdapat seseorang hamba, betul- betul berdialog dengan satu kalimat, yang tercantum keridhaan allah, ia tidak menganggapnya berarti; dengan karena satu kalimat itu, allah menaikkannya sebagian derajat, serta sebetulnya, terdapat seseorang hamba betul- betul berdialog, dengan satu kalimat yang tercantum kemurkaan allah, ia tidak menganggapnya berarti; dengan karena satu kalimat itu, ia terjungkal di dalam neraka Jahannam. ( Hadist Riwayat AL Bukhari ).

mulut bisa menyeret kita ke dalam neraka, tenggelam dalam kobaran api yang membara, sangat bahayanya mulut yang tidak terpelihara, oleh sebab kita masih bisa mengusahakan, menghasilkan tiap kata yang baik dari mulut kita ini, serta menghindari perkata kotor, maupun agresif dari mulut kita, bila kita kesusahan buat itu ikutilah, petuah baginda nabi muhammad shallallahu alaihi wasallam.

“ dari abu hurairah radhiyallahu anhu ia mengatakan, rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda.

” barangsiapa yang beriman kepada allah subhanahu wa taala, serta hari akhir, hingga sebaiknya ia berdialog yang baik ataupun( jika tidak dapat sebaiknya) ia diam, barangsiapa yang beriman kepada allah serta hari akhir, hingga janganlah dia menyakiti tetangganya, barangsiapa yang beriman kepada allah serta hari akhir, hingga sebaiknya ia memuliakan tamunya. ( Hadist Riwayat AL bukhari dan muslim ).

terdapat suatu cerita kalau sesuatu kala sahabat muadz bin Jabal bertanya, pada tentang amal yang dapat memasukkannya ke surga ataupun menjauhkannya, rasulullah menanggapi" serta di ujung hadist yang menarangkan,

" tidakkah engkau ingin, saya beritahu dengan suatu yang sangat memastikan dengan itu seluruh? rasulullah kemudian memegang lisannya serta berkata,“ peliharalah ini" muadz setelah itu berkata,“ ya rasulullah, apakah kita kan dihukum, dengan apa yang hendak kita katakan? dia menanggapi,“ wahai muadz, apakah hendak dijerumuskan ke neraka di hadapan mereka, kecuali sebab apa yang diucapkan lisannya. ( Hadist Riwayat tirmidzi ).

sahabat beriman walaupun lidah ialah nikmat yang besar, tetapi kita butuh mengenali, bahwasanya lidah yang berperan buat, berdialog ini semacam senjata bermata 2, ialah bisa digunakan buat taat kepada allah, serta pula bisa digunakan buat memperturutkan setan.

bila seseorang hamba, mempergunakan lidahnya buat membaca AL quran? berdzikir? berdoa kepada allah? buat amar maruf nahi munkar? ataupun buat yang lain, yang berbentuk ketaatan kepada allah subhanahu wa taala, hingga inilah yang dituntut dari seseorang mukmin, serta ini ialah perwujudan syukur kepada allah terhadap nikmat lidah, kebalikannya, bila seorang mempergunakan lidahnya buat berdoa kepada tidak hanya allah subhanahu wa taala, berdusta? bersaksi palsu? melaksanakan ghibah? memecah belah umat Islam? mengganggu kehormatan seseorang muslim? bernyanyi dengan lagu- lagu maksiat? ataupun yang lain yang berbentuk ketaatan kepada setan? hingga ini diharamkan atas seseorang mukmin, serta ialah kekufuran kepada allah subhanahu wa taala terhadap nikmat lidah.

mayoritas manusia, kala berdialog maupun diam, dia menyimpang dengan 2 tipe, musibah lidah sebagaimana di atas, sebaliknya orang yang beruntung, ialah orang yang menahan lidahnya, dari kebatilan serta memakainya buat masalah berguna, musibah lidah tercantum bagian dari bencana- bencana yang beresiko untuk manusia, musibah lidah itu dapat menimpa individu? warga? ataupun umat islam secara totalitas.

dari pemaparan di atas, wajib ditekankan kalau berartinya melindungi lisan kita, bukan berarti kita diam kala memandang ketidakadilan, malah di dikala seperti itu kita wajib bicara mengatakan kebenaran, akhirnya, kita diperintah buat berdialog yang baik serta diam dari keburukan, bila berdialog, hendaklah cocok dengan keperluannya.

sahabat kumpulan ilmu, jangan lupa berbagi informasi menarik, oleh sebab itu dengan metode kamu berbagi khasiat, yakni sebagian dari kebaikan buat orang lain. wassalamualaikum, warahmatullahi wabarakatuh.

0 Response to "senang serta celakanya seorang, mayoritas didetetapkan oleh lidahnya"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel